2016 : Potensi Limbah Kayu Mebel sebagai Furnitur dan Elemen Estetis Interior

Ir. Nanik Rachmaniyah
Lea Kristina Anggraeni S.T., M.Ds.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengrajin mebel kayu di Jawa Timur tersebar mulai dari kota Ngawi sampai dengan Banyuwangi. Surabaya sebagai ibukota provinsi Jawa Timur memiliki lebih dari 50 UKM kayu. Setiap pengrajin kayu memiliki sampah produksi berupa limbah kayu mebel hasil produksi mereka. Limbah kayu ini dapat berupa serbuk kayu, serutan, batang dan balok kayu. Rata-rata limbah kayu ini hanya digeletakan atau dijadikan bahan bakar. \nTren furniture di pasar global turut mendukung konsep furniture yang ramah lingkungan. Salah satu cara menerapkan konsep ramah lingkungan adalah dengan mengurangi sisa limbah produksi. Pengurangan sisa limbah produksi pada furniture kayu dapat dilakukan dengan memperhatikan dimensi dari furniture supaya bisa menyesuaikan dengan material yang ada. Cara lain adalah dengan mengolah kembali limbah kayu mebel menjadi furniture dan elemen estetis interior yang baru.\nPenelitian ini akan mengembangkan potensi limbah kayu mebel sebagai furniture dan elemen estetis interior. Melalui pengembangan pola dan varian desainnya. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan material, bentuk, warna sebagai pembentuk suasana ruang dan tren furniture yang beredar di pasaran. Keberhasilan desain diuji dari ketertarikan responden penelitian dalam varian desain dan keinginan untuk membeli produk tersebut.\n\nKata kunci : limbah kayu, pola desain, trend, warna.