2019 : ANALISIS SKENARIO POLA STRUKTUR RUANG KOTA TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN PRODUKSI EMISI GAS RUMAH KACA DI KOTA SURABAYA

Putu Gde Ariastita ST. MT.
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Isu perubahan iklim, khususnya semakin meningkatnya suhu bumi merupakan salah satu isu dengan urgensitas cukup tinggi saat ini. Perubahan variabilitas iklim ini ditengarai oleh adanya efek rumah kaca akibat pelepasan gas-gas rumah kaca ke atmosfer dalam jangka waktu tertentu dengan kecenderungan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca tersebut di atmosfer. Peningkatan konsentrasi gas-gas tersebut erat kaitannya dengan aktivitas manusia yang menyebabkan terjadinya emisi (pelepasan) gas-gas rumah kaca ke udara. Kegiatan manusia pada sektor transportasi merupakan sumber utama emisi GRK di Indonesia. Produksi emisi GRK pada sektor transportasi di Indonesia diprediksi semakin meningkat hingga mencapai 180 juta ton pada tahun 2030. Hal ini bersumber dari penggunaan kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat pula yang meningkatkan konsumsi energi (BBM) untuk transportasi. Pada tahun 2010 Kota Surabaya mengalami peningkatan jumlah kendaraan bermotor sebesar 5% setiap tahunnya (Surabaya Dalam Angka, 2010). Dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor tersebut Kota Surabaya menyumbang penggunaan BBM sebesar 689.212.475 liter. Sehingga hal ini mendorong buangan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi Kota Surabaya meningkat. Permintaan dan/atau konsumsi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak lepas dari adanya interaksi pola pergerakan dengan sruktur ruang kota. Struktur ruang kota yang mencakup letak pusat-pusat kegiatan kota (tata letak perumahan, pusat pekerjaan, pusat perbelanjaan, rekreasi, dll) dapat mempengaruhi rata-rata panjang perjalanan. Semakin jauh orang melakukan panjang perjalanan untuk mencapai suatu zona hal ini dapat berdampak pada tingginya konsumsi energi/bahan bakar yang mempengaruhi banyaknya produksi emisi gas rumah kaca (GRK). Berbagai diskusi mengenai struktur kota dan konsumsi energi telah banyak yang menunjukkan adanya keterkaitan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujun untuk menganalisis skenario pola-pola struktur ruang kota yang optimal bagi konsumsi energi yang rendah dan produksi emisi GRK pada sektor transportasi yang kecil di Kota Surabaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi arahan struktur ruang Kota Surabaya. Kata Kunci: struktur ruang kota, konsumsi energi, emisi GRK