2019 : Sintesis Nickel (II) Sulphate Hexahydrate (NiSO4∙6H2O) dari Bijih Nikel Laterit melalui Proses Smelting, Fire Refining dan Leaching untuk Aplikasi Bahan Baku Pembuatan Katoda Baterai NMC (Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide)

Dr. Sungging Pintowantoro ST., MT.
Fakhreza Abdul S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Perkembangan teknologi telah menuntut aplikasi teknologi yang murah, hemat energi dan ramah lingkungan. Sehingga, moda transportasi juga mengalami perkembangan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, salah satunya ialah pengembangan Electric Vehicle (EV). Dalam manufaktur EV, salah satu komponen utamanya ialah baterai. Baterai EV dituntut untuk memiliki performa kerja yang baik, khususnya memiliki kapasitas listrik yang tinggi dan memiliki modul baterai yang ringan. Saat ini terdapat 5 teknologi baterai dan salah satu yang paling menjanjikan karena memiliki kerapatan energi yang relatif tinggi, yaitu baterai dengan katoda berupa NMC (Lithium Nickel Manganese Cobalt Oxide). Untuk memproduksi baterai NMC tersebut membutuhkan bahan baku utama berupa Nickel (II) Sulphate Hexahydrate atau NiSO4∙6H2O. Untuk pembuatannya, diperlukan bahan mentah berupa bijih nikel laterit yang banyak tersedia di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis Nickel (II) Sulphate Hexahydrate (NiSO4∙6H2O) dari bijih nikel laterit melalui rute proses smelting, fire Refining dan leaching. Adapun variabel bebas yang digunakan ialah laju alir oksigen pada proses fire refining dan konsentrasi H2SO4 pada proses leaching. Penelitian ini dimulai dengan melakukan preparasi bahan baku mentah, seperti bijih nikel laterit, batu bara dan limestone untuk kemudian dilakukan proses mulai dari smelting, fire refining dan terakhir leaching. Proses smelting dilakukan menggunakan Mini Blast Furnace (MBF). Produk dari MBF selanjutnya dilakukan proses fire refining selama 30 menit dan laju alir acythelene sebesar 2 m3/min serta variasi laju alir oksigen sebesar 1,4 , 1,6 , 1,8 , 2,0 , 2,2 m3/min. Produk fire refining kemudian diuji dengan EDX dan XRD. Di sisi lain, leaching dilakukan pada T=900C selama 2 jam, agitasi 60 rpm, laju alir O2 sebesar 0,5 l/min dan variasi konsentrasi H2SO4 sebesar 3,0 , 3,5 , 4,0 , 4,5 , 5,0 M. Setelah selasai, produk NiSO4∙6H2O diuji menggunakan ICP dan XRD untuk menentukan apakah NiSO4∙6H2O yang terbentuk dari salah satu atau lebih variasi penelitian telah mencapai grade NiSO4∙6H2O untuk aplikasi baterai. Kata Kunci : Nickel (II) Sulphate Hexahydrate, Baterai NMC, smelting, fire refining, leaching