2018 : Analisa Kondisi Ekosistem Mangrove Menggunakan Data Citra Satelit Multitemporal dan Multilevel (Studi Kasus: Pesisir Utara Surabaya)

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS


Abstract

Wilayah pesisir Utara Surabaya mengalami dinamika perubahan yang cukup cepat. Desakan pembangunan seperti pelabuhan, kawasan industri, pergudangan dan tambak telah mengancam keberadaan ekosistem mangrove, yang mana dari segi fungsi ekosistem mangrove merupakan daerah pemijah dan tempat hidup biota laut lainnya. Ekosistem mangrove adalah salah satu obyek yang bisa diindentifikasi dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra satelit Landsat 8 tahun 2013, 2014, 2015, dan 2016, citra satelit Spot 6 tahun 2016, serta data citra satelit resolusi sangat tinggi pleiades 1A tahun 2015. Algoritma yang digunakan adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) untuk mengetahui tingkat kehijauan suatu jenis mangrove. Berdasarkan hasil penelitian, citra Pleiades 1A dengan skala 1: 5.000 didapatkan jenis mangrove yang didominasi oleh Rhizophora sp. dengan luas 16, 23 Ha. Sedangkan untuk citra Landsat 8 dengan skala 1: 25.000 didapatkan kelas vegetasi mangrove yang didominasi kelas Rapat seluas 54, 92 Ha. Kondisi vegetasi mangrove tahun 2013 sampai 2016 semakin memburuk dengan penurunan luas 1Ha–5 Ha pertahun atau sekitar 1%-5% pertahun. Faktor lingkungan yang mempengaruhi kondisi vegetasi mangrove adalah salinitas, hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai NDVI citra dengan parameter salinitas yaitu (R) sebesar 0, 86.