2018 : Pengembangan platform biosensor berbasis QCM untuk diagnosa penyakit infeksi.

Ir. Tasripan Ir., MT.
Ir. Totok Mujiono M.IKom

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Diagnosa yang cepat dan akurat pada perawatan/pengobatan penyakit infeksi (infectious disease) adalah salah satu hal yang utama. Diagnosa konvensional untuk penyakit infeksi memerlukan waktu yang lama dan laboratirium khusus (in vitro). Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa teknologi sensor biologi (biosensor) memiliki potensi yang besar untuk melakukan diagnosa di tempat (point of care) dengan kualitas yang sama atau melebihi standard laboratorium. Biosensor berbasis quartz crystal microbalance (QCM) adalah salah satu kandidat terbaik untuk kebutuhan diatas. Selain itu, dengan biosensor berbasis QCM, dimungkinkan untuk dibuat sistem diagnosa yang murah dan portabel. QCM adalah transducer piezoelektrik yang berfungsi sebagai resonator pada rangkaian osilator dan dapat bekerja pada fase gas maupun cair. Untuk dapat bekerja sebagai biosensor, QCM perlu dilapisi oleh bioreceptor seperti antibody, DNA, enzim dan sebagainya. Bioreceptor bertugas menangkap analit biologi seperti virus, bakteri dan sebagainya yang sesuai dengan bioreceptor tersebut. Untuk meningkatkan kualitas sensor, lapisan atau membran yang lain seperti misalnya biopolimer perlu diberikan sebelum pelapisan bioreceptor. Penelitian ini bertujuan untuk menginisiasi dan mengembangkan platform biosensor berbasis QCM dengan bioreceptor antibody untuk untuk diagnosa penyakit infeksi terutama yang disebabkan oleh virus. Penelitian terutama dititik beratkan pada teknik pelapisan dan pemilihan jenis membran serta bioreceptor pada QCM yang paling sesuai. Komponen serta bahan penelitian seperti QCM, membran, serta bioreceptor dipilih dari yang tersedia di pasaran. Karakterisasi dari biosensor adalah luaran yang utama dari penelitian ini. Selain publikasi, hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke penelitian industri serta lintas universitas. Komponen QCM yang akan dipakai adalah produksi PT. Great Microtama Electronics Indonesia yang berlokasi di Berbek Surabaya. Selain itu, penelian lintas jurusan atau lintas universitas dapat dilakukan untuk menghasilkan membran dan bioreceptor sendiri untuk keperluan tertentu.