2018 : SISTEM ANALISA TINGKAT KESEGARAN DAGING SAPI DENGAN MENGGUNAKAN DERET SENSOR GAS DAN KAMERA DILENGKAPI NEURAL NETWORK UNTUK PENGENALAN POLA

Dr. Muhammad Rivai ST.,MT.
Fajar Budiman ST., M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Tingkat kesegaran daging merupakan faktor terpenting dalam menentukan kelayakan daging untuk dikonsumsi. Banyaknya kasus penjualan daging busuk di masyarakat menjadi alasan mengapa identifikasi tingkat kebusukan ini diperlukan. Kebusukan pada daging dapat dideteksi oleh seseorang dengan menggunakan indra penciuman dan penglihatan. Namun, klasifikasi akan memperoleh hasil yang berbeda-beda dan kurang akurat yang disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adanya tingkat pengetahuan, subyektifikas, dan pengalaman dari penguji. Klasifikasi secara otomatis dan tidak menyentuh (non-destructive) dilakukan untuk menggantikan peranan indra penciuman dan penglihatan dikarenakan gas yang terkandung didalam daging busuk dapat membahayakan tubuh apabila terhirup secara langsung yang mengakibatkan gangguan pada saluran pernafasan, daging busuk berbahaya apabila dikonsumsi karena terkontaminasi oleh bakteri yang dapat mengakibatkan keracunan makanan. Penelitian ini akan dilakukan dengan perancangan sistem sensor berupa deret sensor gas sebagai pengganti indra penciuman dan kamera sebagai indera penglihatan. Kamera digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil dari penelitian sebelumnya. Pengolahan citra yang ditangkap kamera, rencananya akan menggunakan Angular Second Moment (ASM) dan Inverse Difference Momentum (IDM) untuk mendeteksi warna dan tekstur pada permukaan daging. Keluaran dari deret sensor gas semikonduktor dan pengolahan citra akan menjadi masukan pada neural network sebagai pengenalan pola dan identifikasi tingkat kesegaran daging melalui training. Metode ini diharapkan dapat menggantikan peran indra manusia dalam penggolongan daging secara otomatis dan meningkatkan sistem dan hasil pada penelitian sebelumnya.