2015 : Analisis Persebaran Ekosistem Hutan Mangrove Menggunakan Citra Landsat-8 Di Estuari Perancak Bali

Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo DEA.DESS


Abstract

Mangrove adalah tanaman pepohonan atau komunitas tanaman yang hidup di antara laut dan daratan yang dipengaruhi oleh pasang surut. Ekosistem mangrove banyak ditemukan di pantai-pantai teluk yang dangkal, estuaria, delta dan daerah pantai yang terlindung (Bengen, 2001). Kawasan Estuari Perancak memiliki luasan cukup besar dengan penggunaan lahan berupa tambak dan hutan mangrove. Wilayah perancak memiliki karakteristik yang khas. Sebagai sebuah estuari yang kondisi badan airnya dipengaruhi oleh asupan air asin dari Selat Bali dan air tawar dari sungai yang bermuara didalamnya. Dengan mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh menggunakan citra satelit Landsat-8 diharapkan mampu mempermudah dalam mengkaji pemetaan mangrove. Algoritma yang digunakan adalah NDVI digunakan untuk menggambarkan tingkat kehijauan suatu jenis mangrove. Penentuan jenis mangrove dilakukan menggunakan metode transek 10x10m dengan kegiatan menghitung jenis mangrove, mengukur diameter dan tinggi pohon dan mengambil gambar kanopi pohon mangrove. Untuk pengambilan sampel air dilakukan di 13 titik pada saat kondisi air laut pasang. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan luas hutan mangrove di Estuari perancak pada tahun 2015 sebesar 651200 m². Korelasi parameter fisik hidrologi (salinitas, TSS) dengan persebaran hutan mangrove berdasarkan nilai NDVI didapatkan nilai korelasi berturut-turut adalah 0.7658, dan 0.2902 yang artinya korelasi antara NDVI dengan salinitas kuat, korelasi antara NDVI dengan TSS sangat rendah. Sehingga jika nilai NDVI tinggi tidak pasti nilai TSS tinggi …