2018 : Optimasi Metode Uji Inhibitor dengan Modifikasi Potensiodinamik

Prof. Dr. Ir. Sulistijono DEA.
Lukman Noerochim S.T., M.Sc.(Eng).,Ph
Tubagus Noor Rohmannudin ST., M.Sc.


Abstract

RINGKASAN Inhibitor organik memiliki beberapa kelebihan daripada inhibitor anorganik, antar lain: bersifat aman, biodegradable, dan ramah lingkungan. Namun, inhibitor organik ini memiliki kelemahan yaitu mengalami kerusakan pada aplikasi temperatur di atas 60OC sehingga tidak bisa digunakan pada pipa-pipa baja di industri minyak dan gas bumi. Penelitian Atria dkk tahun 2016 , menunjukkan bahwa ikatan senyawa flavonoid pada inhibitor Myrmecodia Pendans yang berfungsi sebagai pembentuk lapisan pelindung di permukaan logam baja akan rusak dengan meningkatnya temperatur, begitu juga yang dikatakan Isreal dkk tahun 2014 semakin meningkatnya temperatur aktivasi energi korosi meningkat yang berkenaan dengan sifat elektrostatik adsorbsi inhibitor pada permukaan sampel. Hal ini mendorong untuk mencari bahan organik yang dapat tahan pada temperatur diatas 60OC. Penelitian M. Shyamala dkk, tahun 2011, menunjukkan bahwa inhibitor yang terbuat dari 8% v/v dari ekstrak Eclipta alba dan 10% v/v dari ekstrak Centella asiatica yang terdapat di Negara India dapat bertahan sampai temperatur 80OC dengan nilai efesiensi 87.1% dan 84.14%. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan alat uji potensiodinamik dan Electrochemichal Impedance Spectroscopy untuk menganalisa dan mencari solusi atas permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan Eclipta alba dan Centella asiatica ke inhibitor Myrmecodia Pendans terhadap ketahanan korosi Baja API 5L grade B dengan kondisi lingkungan asam HCl 1M pada temperatur di atas 60OC. Penelitian ini menggunakan bahan alam Myrmecodia Pendans, Eclipta alba dan Centella asiatica dari Indonesia sebagai inhibitor. Selain itu, digunakan microwave dalam modifikasi potensiodinamik untuk mendapatkan hasil ekstrak bahan organik yang lebih baik. Karakterisasi gugus fungsi ketiga bahan alam ini di uji dengan menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Selain itu, untuk mengetahui laju korosi dan proses inhibisi digunakan uji weightloss dan uji potensiodinamik. Uji XRD digunakan untuk mengetahui lapisan senyawa yang terbentuk pada sampel setelah dilakukan imersi. Uji SEM digunakan untuk mengetahui morfologi permukaan sampel saat proses imersi dengan dan tanpa inhibitor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif inhibitor yang ramah lingkungan sehingga dapat diproduksi untuk diaplikasikan kedalam dunia industri khususnya di Indonesia. Kata Kunci: Inhibitor Korosi, Myrmecodia Pendans, Eclipta alba, Centella asiatica, API 5L Grade B, Potensiodinamik, Electrochemichal Impedance Spectroscopy