2016 : City113: Aplikasi Mobile untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Daerah untuk Pemerintahan yang Lebih Baik, Studi Kasus: Kota Surabaya

Nur Aini Rakhmawati S.Kom, M.Sc.Eng, Ph.
Irmasari Hafidz S.Kom., M.Sc.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Masalah – masalah yang timbul di kota besar(dalam kasus ini adalah kota surabaya) pasti akan mengganggu aktivitas maupun kenyamanan penduduk dalam melakukan pekerjaan sehari –hari. Sebagian besar masyarakat kota pasti memiliki permasalahan mengenai hal –hal seperti ini tetapi tidak tahu harus menyampaikannya kemana, hanya beberapa orang saja yang berani menyampaikan keluhannya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau ke media massa, tapi sebagian besar memilih untuk tidak melaporkannya ke siapapun karena sudah tahu bahwa melaporkan ke wakil rakyat tersebut akan “sia - sia”.\nBerdasarkan dilansir Statista berdasarkan hasil penelitian PeerReach, yang menunjukkan daftar negara dengan jumlah pengguna aktif Twitter terbanyak, Indonesia menduduki posisi ke-3 dengan pengguna rata-rata berumur 24 tahun. Berdasarkan data tersebut maka pengguna twitter di Indonesia telah berumur lebih dari 17 tahun sehingga mereka secara diumur dapat dikatakan dewasa, sehingga konten yang dikirimkan dapat dipertanggung jawabkan. Beberapa akun pada media sosial twitter seperti @sapawargasby, @infosurabaya dan @e100ss dijadikan netizen sebagai sarana untuk menyampaikan laporan terkait dengan layanan publik. Sistem lapor.surabaya.go.id sebagai pusat pelaporan masyarakat Surabaya belum mampu untuk menangani pelaoran yang cukup massive. Oleh karena itu, Surabaya membutuhkan sistem klasifikasi laporan twitter secara otomatis yang dijalankan pada akun-akun tersebut untuk meningkatkan jangkauan penerimaan opnini masyarakat secara massive.\nOleh karena itu, perlu adanya metode yang dapat membuat masyarakat ikut serta dalam penerapan E-Goverment, dan salah satu caranya adalah menerapkan konsep crowdsourcing. Aplikasi City113 dapat menjawab penerapan crowdsourcing dan gemifikasi yang bisa membuat kesuksesan dalam e-gov. Aplikasi ini akan berjalan di OS Android karena masyarakat banyak yang mengakses internet menggunakan perangkat mobile khususnya pada platform Android. Aplikasi City113 berbasis Android ini digunakan sebagai antar muka pengguna dalam menyampaikan laporan dan terhubung dengan backend yang ada pada situs Surabaya113.com. Backend tersebut sebagai antar muka pengelola dan pemerintah untuk mengatur aktifitas pada sistem. Backend tersebut juga sebagai web service untuk penyedia data bagi aplikasi dan juga dapat mengambil data dari twitter karena banyak masyarakat yang memberikan laporan melalui media sosial salah satunya twitter. Pada akhirnya, dengan adanya aplikasi ini, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan berbagai kota di Indonesia.