2018 : KARAKTERISASI PERFORMANSI GASIFIKASI DOWNDRAFT DENGAN MASUKAN UDARA BERTINGKAT BERBAHAN BAKU MUNICIPAL SOLID WASTE

Dr. Ir. Atok Setiyawan M.Eng.Sc.
Ary Bachtiar Krishna Putra ST.,MT.,PhD
Dr. Bambang Sudarmanta ST., MT.


Abstract

Teknologi gasifikasi merupakan teknologi yang digunakan untuk mengubah biomassa padat (salah satunya sampah munipal solid waste) menjadi syngas yang dapat dimanfaatkan untuk pembakaran pada diesel engine stasioner pembangkit listrik. Gasifier yang digunakan untuk proses gasifikasi adalah tipe downdraft yang memiliki kadar tar rendah dan ash melting temperature yang tinggi. Bahan baku yang digunakan adalah municipal solid waste, MSW. Sebelum dimasukan ke dalam reaktor, MSW diubah terlebih dahulu menjadi bentuk pelet untuk menjadikan lebih kompak dan kadar air pada bahan bakar lebih homogen. Masukan udara bertingkat dimaksudkan selain untuk mendistribusikan udara sepanjang zona gasifikasi, yaitu pirolisis, oksidasi parsial dan reduksi juga memanaskan udara gasifikasi dengan cara melewatkan laluannya pada dinding reaktor. Penelitian ini bersifat eksperimental, karena diperlukan proses pengujian untuk mengetahui pengaruh temperatur pemanasan udara dan air ratio pada setiap laluan udara (pirolisis, oksidasi dan reduksi) terhadap unjuk kerja proses gasifikasi. Alat yang digunakan untuk memanaskan udara adalah pemanas induksi dengan daya 500 W. Pengujian dilakukan dengan cara diberikan variasi temperatur udara inlet zona oksidasi, yaitu 80 oC, 110 oC, 150 oC, 180 oC, dan 200 oC. Kemudian variasi air ratio di pirolisis, oksidasi dan reduksi adalah 1:6:3, 2:6:2, 3:6:1, 2:5:3, 3:5:2, 2:4:4, 3:4:3, dan 1:4:5 Setiap variasi tersebut akan diukur variabel-variabel utama proses gasifikasi, yaitu temperatur zona-zona proses gasifikasi yang diukur menggunakan termokopel, komposisi flammmable syngas yang diukur menggunakan gas cromathography, dan kadar tar pada syngas yang dihasilkan. Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pengaruh temperatur udara dan air ratio terhadap distribusi temperatur sepanjang reaktor (zona drying, zona pirolisis, zona oksidasi dan zona reduksi) dan komposisi flammable syngas (H2, CO, dan CH4). Selain itu, juga diharapkan mampu mendapatkan pengaruh temperatur udara dan air ratio terhadap performansi gasifikasi yang dinyatakan dalam cold gas efficiency dan produksi syngas. Kata kunci: Performansi, gasifikasi downdraft, bertingkat, pirolisis, oksidasi parsial dan reduksi