2018 : BIOPROSPEK EKSTRAK BUAH PARIJOTO (Medinilla speciosa) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN : PENGARUH KANDUNGAN ANTOSIANIN DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TERHADAP AKTIVITAS FAGOSITOSIS SEL MAKROFAG

Dr. Awik Puji Dyah Nurhayati S.Si., M.Si
Nova Maulidina Ashuri, S.Si, M.Si
Noor Nailis Saadah S.Si., M.Sc.


Abstract

Indonesia merupakan negara megabiodiversitas yang memiliki keanekaragaman hayati luar biasa banyak, baik dari jenis tumbuhan maupun hewan. Salah satu spesies tumbuhan asli Indonesia yang belum dieksplorasi sepenuhnya secara farmakologi adalah tumbuhan parijoto (M. speciosa). Komponen fitokimia yang terkandung dalam buah parijoto adalah flavonoid, saponin dan kardenolin. Buah parijoto yang berwarna ungu diduga mengandung pigmen antosianin, termasuk senyawa flavonoid yang berperan sebagai proteksi UV, anti-inflamasi, dapat menstabilkan plak aterosklerosis, serta antioksidan. Antioksidan dapat membantu sistem pertahanan tubuh apabila ada unsur pembangkit penyakit, seperti virus, bakteri, protozoa, cacing dan jamur parasit memasuki tubuh dan menyebabkan infeksi. Peningkatan ketahanan tubuh dapat membuat tubuh terhindar dari penyakit yang menyerang. Salah satu mekanisme untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh baik spesifik maupun non-spesifik adalah pemberian senyawa imunomodulator, yang dikelompokkan menjadi dua jenis, imunostimulan dan imunosupresan. Imunostimulan dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai infeksi melalui peningkatan aktivitas oksidatif neutrofil, aktivitas sel fagositik dan merangsang sel sitotoksik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa flavonoid memiliki efek imunomodulator pada respon imun non-spesifik dari mencit jantan dari galur Balb/c dengan indeks fagositosis sebesar 1,31 (sedang), 1,40 (sedang), dan 1,51 (kuat), serta mampu meningkatkan jumlah sel-sel leukosit dan IL-2. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar total antosianin, aktivitas antioksidan, serta aktivitas fagositosis sel makrofag yang diberikan ekstrak metanol buah parijoto (M. speciosa). Ekstraksi buah parijoto dilakukan dengan metode maserasi dengan solven metanol. Penentuan total antosianin dilakukan dengan metode pH (Differensial), sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak buah parijoto diukur dengan metode DPPH. Uji aktivitas fagositosis dilakukan dengan 6 kelompok, yaitu kontrol; sel makrofag yang diberi ekstrak buah parijoto 6,25 ppm; 12,5 ppm; 25 ppm; 50 ppm dan 100 ppm. Sel makrofag diisolasi dari bagian peritonium mencit, selanjutnya dikultur menggunakan medium RPMI selama 24 jam. Uji kemampuan fagositosis non-spesifik dilakukan secara in vitro menggunakan latex beads. Data aktivitas fagositosis yang diperoleh dianalisa secara deskriptif berdasarkan variasi konsentrasi, yaitu dengan menghitung indeks dan kapasitas fagositosi sel makrofag. Kata kunci : Aktivitas fagositosis, antioksidan, antosianin, imunostimulan, parijoto