2020 : Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Ekstrak Bunga Cengkeh dengan Kombinasi Rasio Pelarut Polar dan Non-Polar

Eva Oktavia Ningrum S.T., M.S
Achmad Ferdiansyah Pradana Putra ST, MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Minyak cengkeh merupakan produk unggulan ekspor Indonesia yang memiliki berbagai macam manfaat sebagai bahan baku parfum, kosmetik, dan sediaan farmasi. Proses pengambilan minyak cengkeh pada umumnya menggunakan metode Steam Distillation. Tetapi kekurangan metode ini adalah menurunnya kadar eugenol yang menjadi acuan kualitas dari minyak cengkeh. Penurunan kualitas minyak cengkeh ini diakibatkan karena adanya kandungan air selama proses ekstraksi yang mengakibatkan terjadinya hidrolisa pada eugenol. Oleh karena itu, penggunaan pelarut selain air sangat direkomendasikan untuk mendapatkan kualitas minyak cengkeh yang terbaik. Disisi lain, para peneliti juga mengembangkan penelitian ekstraksi menggunakan variasi pelarut untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih baik, salah satunya dilakukan oleh Bhutada (2016). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pencampuran pelarut terhadap kualitas produk yang dihasilkan. Akan tetapi pada penelitian tersebut belum menganalisis secara mendalam mengenai hubungan antara tingkat kepolaran pelarut dengan kualitas hasil ekstraksi. Padahal menurut Harborne (1978) dan Vogel (1978) tingkat kepolaran sangat mempengaruhi hasil ekstraksi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pencampuran pelarut polar dan non-polar untuk menemukan tingkat kepolaran yang tepat dalam proses ekstraksi bunga cengkeh. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasi campuran pelarut n-Heksana (non-polar) dan Kloroform (non-polar) ; Etanol (polar) dan Aseton (polar) ; serta n-Heksana (non-polar) dan Etanol (polar) menggunakan metode soxhlet. Variabel yang digunakan yaitu fraksi mol dari rasio campuran sebesar 1:0 ; 0,9;0,1 ; 0,8:0,2 ; 0,7:0,3 ; 0,6:0,4 ; 0,5:0,5 ; 0,4:0,6 ; 0,3:0,7 ; 0,2:0,8 ; 0,1:0,9 ; 0:1. Bahan baku yang digunakan yaitu bunga cengkeh 60 gr. Ekstraksi bunga cengkeh dilakukan selama 6 jam didalam soxhlet. Hasil ekstraksi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Rotary Vacuum Evaporator untuk menghilangkan pelarut. Selanjutnya tahap analisis hasil ekstraksi minyak cengkeh yaitu uji karakterisasi, uji GC-MS untuk mengetahui kadar eugenol pada minyak cengkeh, uji SEM, dan menganalisis yield. Setelah itu membandingkan hasil uji yang telah dilakukan pada standar SNI 06-4267-1996. Kata kunci: Ekstraksi, Bunga Cengkeh, Polar, Non-Polar