2016 : Pengembangan Kualitas Kampus ITS Berbasis Karakter Kawasan dengan Penerapan Responsive Environment

Johanes Krisdianto S.T., M.T.
Rabbani Kharismawan S.T, M.T
Fardilla Rizqiyah ST, MT
Iwan Adi Indrawan S.T., M.Ars.


Abstract

PENGEMBANGAN KUALITAS KAMPUS ITS BERBASIS KARAKTER KAWASAN DENGAN PENERAPAN RESPONSIVE ENVIRONMENT\n\n\nABSTRAKSI\n\nApa yang dikenal dari lingkungan kampus Insitut Teknologi Sepuluh Nopember? Dan juga apa yang dikenang serta memberikan karakter khas kampus ITS? ITS memiliki 9 taman (5 taman aktif, 4 taman pasif) serta banyak ruang terbuka yang dibentuk oleh konfigurasi massa bangunan. Apabila diamati, tempat-tempat ini jarang dikunjungi atau bahkan diketahui oleh para civitas academica lintas fakultas dan jurusan. \n\nMahasiswa sebagai Civitas Academica terbanyak tentunya adalah para pemuda dengan fenomena “nongkrong”nya. Aktivitas pilihan ini berlangsung di lingkungan dengan kualitas tinggi karena orang tidak suka nongkrong di tempat-tempat berkualitas rendah. Tempat nongkrong dapat menjadi poin positif bahwa area kampus memiliki spot-spot yang nyaman untuk dituju, dipakai, dan bahkan dicari. Namun jika tidak didesain dengan baik, tempat ini dapat terkesan kumuh dan menimbulkan citra (image) kampus yang buruk. \n\nMetode pemetaan Kevin Lynch akan diterapkan dalam penelitian ini, dengan analisis cross evaluation antara Field Reconnaissance dengan Interviews and Questionnaires untuk menghasilkan Peta Legibilitas. Metode ini juga didasari oleh konsep responsive environment, yang diharapkan para responden dapat memberikan gambaran peta mental (experiences) mereka mengenai tempat-tempat serta rute yang nyaman difungsikan sehari-hari. \n\nKata kunci : Kualitas Kampus, Karakter Kawasan, Responsive Environment