2019 : Respon Morfologi Kedelai (Glycine max L.) Varietas Anjasmoro Hasil Iradiasi Sinar Gamma pada Cekaman Genangan

Triono Bagus Saputro S.Si, M.Biotech


Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditi pangan utama, mengandung kalori, protein, lemak, karbohidrat, air, serta beberapa mineral. Varietas Anjasmoro merupakan varietas kedelai yang memiliki resistensi terhadap hama penyakit, memiliki produksi biji polong dan tinggi tanaman yang baik. Penelitian mengenai tanaman pangan khususnya kedelai pada genangan masih kurang sehingga informasi mengenai kultivar toleran genangan masih terbatas. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan varietas kedelai adalah melakukan induksi mutasi iradiasi sinar gamma. Dosis iradiasi sinar gamma yang diberikan pada benih kedelai adalah 0 Gy, 25 Gy, 50 Gy, 75 Gy dan 100 Gy. Cekaman genangan yang diberikan 0%, 100%, 150%, 200% dan 250%. Klon varietas Anjasmoro hasil iradiasi sinar gamma pada viabilitas dan vigoritas dianalisis dengan Anova one way, faktor iradiasi dan genagan pada parameter morfologi dianalisis dengan Anova two way, dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 95%. Iradiasi sinar gamma pada benih tanaman kedelai varietas Anjasmoro memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Dosis iradiasi tinggi (high irradiation dose) 100 Gy pada benih kedelai menurunkan viabilitas dan vigoritas. Dosis iradiasi 100 Gy dan genangan 250% menurunkan morfologi tanaman. Parameter viabilitas vigoritas dan morfologi terbaik terdapat pada dosis iradiasi sinar gamma dengan dosis rendah (low irradiation dose) dimana daya berkecambah terbaik terdapat pada iradiasi 25 Gy dan 50 Gy, laju perkecambahan terbaik terdapat pada perlakuan kontrol, sedangkan keserempakan tumbuh terbaik …