2018 : KESETIMBANGAN UAP-CAIR SISTEM ALKOHOL - GLISEROL SEBAGAI SALAH SATU DATA UNTUK PEMURNIAN GLISEROL HASIL PRODUK SAMPING INDUSTRI BIODESEL

Prof.Dr.Ir. Kuswandi DEA
Prof.Dr.Ir. I Gede Wibawa M.Eng.
Rizky Tetrisyanda S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

ABSTRAK PENELITIAN Beberapa metode utama untuk memproduksi biodiesel, yakni dengan cara blending, microemulsion, pyrolysis dan transesterifikasi. Metode yang paling banyak digunakan dalam pembuatan biodiesel saat ini adalah transesterifikasi trigliserida dengan menggunakan alkohol dan bantuan katalis. Secara sederhana, proses transterifikasi merupakan proses dimana asam lemak direaksikan dengan alkohol menghasilkan ester dan produk samping berupa gliserol yang mengandung alkohol dan impuritis lain seperti betakarotin. Proses transesterifikasi industri biodiesel menghasilkan gliserol sebanyak 10-15% dari kapasitas produksinya dengan tingkat kemurnian gliserol umumnya berkadar 40-50% karena masih mengandung komponen alkohol, betakarotin dan bahan pengotor lainnya, menurut berbagai literature gliserol dengan kemurnian diatas 90 % harus dilakukan distilasi. Pemanfaatan gliserol dalam industri ini meliputi proses flavoring and coloring product, crystallization, sebagai bahan gliserin, pembuatan krim industri kosematik, sabun serta banyak lainnya pada industri obat-obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kesetimbangan uap-cair (Vapor-Liquid Equilibrium / VLE) dan kelarutan dari senyawa-senyawa yang terlibat dalam produksi dan pemurnian gliserol secara teliti yang dapat digunakan dalam desain proses pemisahan pada produksi gliserol untuk dimurnikan agar mempunyai nilai tambah yang tinggi. Sistem yang diteliti adalah data kesetimbangan uap-cair campuran biner dan terner : alkohol + gliserol, alkohol + betakarotin, betakarotin + gliserol dan alkohol + gliserol + betakarotin. Peralatan yang digunakan adalah ebulliometer yang telah dikembangkan di Laboratorium Thermodinamika. Dari data eksperimen yang diperoleh dilakukan analisa campuran sistim biner dan terner. Data yang diperoleh dikorelasikan dengan model Wilson, NRTL dan UNIQUAC. Dengan model tersebut, data kesetimbangan uap-cair dapat digunakan untuk optimasi desain pada proses produksi gliserol. Luaran penelitian adalah publikasi jurnal ilmiah internasional.