2018 : ANALISA BAHAYA DAN RESIKO BENCANA GEMPA KOTA SURABAYA DENGAN PENDEKATAN DETERMINISTIK

Moh. Singgih Purwanto S.Si., M.T.
Firman Syaifuddin S.Si., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia yang memiliki luas wilayah 33.048 ha, dimana 60,17% luas wilayahnya berupa kawasan terbangun dan jumlah penduduk kurang lebih 3 juta jiwa (BAPPEKO Surabaya, 2010). Kota Surabaya terus berkembang secara dinamis sebagai salah satu pusat regional dan nasional yang kompleks (BAPPEKO Surabaya, 2010). Aktivitas tektonik di permukaan bumi dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana alam geologi, demikian halnya dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaan bumi yang juga mungkin sampai di permukaan (Irsyam dkk., 2012; Soehaimi, 2008). Salah satu faktor yang menentukan besarnya potensi bahaya bencana alam geologi adalah sifat fisik batuan di dekat permukaan. Secara geologi Surabaya 80% wilayahnya merupakan cekungan endapan aluvial muda hasil endapan laut dan sungai, tuf dan batu pasir, dan sisanya merupakan perbukitan rendah yang dibentuk oleh tanah hasil pelapukan batuan tersier/tua. Wilayah dengan kondisi geologi seperti inilah yang mempunyai potensi bahaya lebih besar terhadap efek intensitas getaran tanah akibat amplifikasi. (Soekardi, 1992).Pusat Studi Gempa Nasional menemukan fakta bahwa letak Surabaya secara geografis berada pada patahan/sesar yang diperkirakan masih aktif dan diduga suatu saat besar kemungkinan bisa menimbulkan gempa bumi dengan kekuatan besar diwilayah Surabaya. Patahan tersebut adalah sesar Kendeng dan sesar Waru. Sesar Kendeng melintasi tengah kota Surabaya dan bergerak 0,1 mm/tahun. Sedangkan di daerah Waru, Sidoarjo terdapat patahan Waru yang bergerak sebesar 0,5mm/tahun. Sesar tersebut membelah Surabaya menjadi dua bagian yaitu utara dan selatan dengan perkiraan magnitudo maksimum 6,5. Sehingga perlu dilakukan suatu kajian dan analisa geologi dan geofisika yang dapat memberikan informasi secara ilmiah tentang kebumian, berikut struktur, fenomena-fenomena yang terjadi, hingga kaitannya dengan manfaat bagi pembangunan di Kota Surabaya. Selain itu perlu dilakukan analisis seismic hazard untuk memprediksi gerakan tanah dan potensi kerusakan yang terjadi akibat gempa. Sehingga diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan mitigasi bencana, desain struktur bangunan dan rencana tata ruang.