2019 : PROTOTIPE BETON GEOPOLIMER SISTEM PENCAMPURAN KERING DENGAN VARIASI BAHAN ADITIF

Ir. Muhammad Sigit Darmawan M.Eng.Sc
Nur Achmad Husin ST.,MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Beton geopolimer adalah beton yang dibuat tanpa semen namun digantikan dengan bahan pozzolan sumber silika (Si) dan alumina (Al) yang dapat bereaksi dengan cairan alkali aktivator yang fungsinya sama seperti semen sebagai bahan pengikat atau binder. Silika dan alumina yang terdapat dalam abu terbang akan bereaksi dengan bantuan cairan sodium hidrosikda dan sodium silikat untuk mengikat agregat kasar, halus dan material lainnya menjadi beton geopolimer. Salah satu bahan pozzolan yang paling banyak ditemui ialah fly ash. Di Indonesia, fly ash didapatkan dari limbah hasil pembakaran batu bara pada tungku pembangkit listrik tenaga uap yang berbentuk halus, bundar dan bersifat pozolanik. Selain fly ash, terdapat pula teknologi bahan pengikat menggunakan aktivator alkali. Dimana aktivator alkali ini mampu bereaksi dengan material yang mengandung Si dan Al tinggi melalui proses polimerisasi. Dalam penelitian ini akan menggunakan fly ash kelas C yang merupakan high-calcium fly ash dengan kadar CaO yang lebih besar dari 10% tergolong jarang digunakan dalam campuran geopolimer pembuatan beton. Hal ini dikarenakan setting time pada high-calcium fly ash berlangsung cepat akibat dari reaksi hidroliknya meningkat seiring dengan meningkatnya kadar kalsium dan lebih sulit diprediksi, sehingga diperlukan kombinasi bahan aditif tertentu. Bahan aditif (bahan tambah) atau biasa juga disebut dengan admixture yang akan digunakan pada peneliatian ini merupakan bahan kimia yang dapat membantu untuk memperlambat waktu pengikatan (setting time) sehingga campuran akan tetap mudah dikerjakan untuk jangka waktu yang lebih lama. Umumnya, metode pembuatan binder geopolimer menggunakan metode pencampuran basah, yaitu menggabungkan bahan pozzolan dan larutan alkali aktivator dengan komposisi perbandingan molaritas kimia tertentu. Namun, pada penelitian ini alkali aktivator yang digunakan adalah bentuk kering, sehingga Na2SiO3 dan NaOH dalam bentuk padatan yang dihaluskan bersama dengan fly ash tipe C untuk membuat semen geopolimer. Kemudian selanjutnya semen geopolimer tersebut dicampur dengan bahan aditif, air dan pasir untuk membuat mortar dan kemudian dicampur dengan kerikil untuk membuat beton geopolimer. Diharapkan hasil dari penelitian ini, mampu memperbaiki performa beton geopolimer, sehingga dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Kata kunci: Geopolimer, Bahan Aditif, Setting time beton