2019 : Penilaian Kerentanan Tanah di Kota Surabaya melalui Analisa Deformasi Permukaan menggunakan Metode Geodetik Terintegrasi (Tahun ke-3)

Dr.Ir. Muhammad Taufik
Khomsin ST., MT
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D
Lalu Muhamad Jaelani ST, M.Sc, Ph.D


Abstract

Surabaya merupakan kota terpadat kedua di Indonesia yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang sangat pesat. Wilayah kota Surabaya yang memiliki luas 333.063 ha berpenduduk 3.006.789 jiwa dan jumlah tersebut meningkat setiap tahun mengakibatkan semakin banyaknya infrastruktur yang dibangun seperti apartemen, condominium, mall, dan bangunan lain yang menunjang fasilitas penduduk Surabaya. Hal ini menyebabkan terjadi pertambahan beban pada permukaan tanah di Surabaya, terutama di wilayah-wilayah yang terus mengalami perkembangan infrastruktur. Selain itu jumlah penduduk yang tinggi dan berkembangan pusat-pusat industri menyebabkan konsumsi pemanfaatan air tanah meningkat sehingga mengurangi cadangan air tanah. Posisi kota Surabaya yang berada di pesisir juga membuatnya rentan terhadap intrusi air laut. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan deformasi permukaan terutama yang berupa land subsidence (penurunan muka tanah). Percepatan penurunan muka tanah tersebut juga dipengaruhi oleh faktor geologi Surabaya yang sebagian besar berupa endapan alluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan sebaran deformasi permukaan yang terjadi di kota Surabaya secara lebih detail melalui densifikasi pengukuran dan pengamatan yang bersifat geodetik. Untuk mendapatkan data dan hasil yang komprehensif maka akan digunakan tiga metode pemantauan yang saling terintegrasi, yaitu survei Global Navigation Satellite System (GNSS), survei gayaberat, dan penggunaan data citra Synthetic Arperture Radar (SAR) multi temporal yang diolah mengunakan metode Small Baseline Subset (SBAS). Karena sifat pengamatan deformasi yang perlu dilakukan secara berkala, maka penelitian ini juga akan dilakukan secara multi-years untuk mendapatkan nilai deformasi permukaan dan kecepatan perubahannya yang akurat. Pada tahun pertama telah dilakukan analisa deformasi menggunakan data SAR tahun 2015-2017, survei GNSS sebanyak 2 kala, dan pengukuran gayaberat relatif. Pada tahun kedua telah dilakukan survei GPS sebanyak dua kala, survei gayaberat untuk merapatkan titik-titik gayaberat yang sudah ada, dan analisa deformasi menggunakan data SAR 2017-2018. Pada tahun ketiga akan dilakukan survei GNSS sebanyak satu kala dan analisa deformasi lanjut dengan data SAR tahun 2015-2019 dan validasi hasil antar metode yang digunakan serta pembuatan model geoid untuk kota Surabaya menggunakan data hasil pengukuran gayaberat. Selain itu pada tahun ketiga juga akan dilakukan penilaian kerentanan tanah di kota Surabaya berdasarkan hasil pengukuran geodetic yang telah dilakukan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian ini selanjutnya akan digunakan untuk melakukan penilaian kerentanan tanah yang terjadi di Kota Surabaya melalui analisa terhadap pola dan sebaran deformasi permukaan yang terjadi. Lebih dari itu, dapat dilakukan zonasi wilayah yang rentan terhadap penurunan muka tanah apabila mengalami beban pembangunan yang berlebih dan wilayah yang berpotensi genangan pada saat musim hujan. Data gayaberat yang lengkap kemudian dapat digunakan untuk melakukan pemodelan geoid lokal untuk wilayah Surabaya yang juga sangat bermanfaat untuk pemodelan banjir atau wilayah yang berpotensi genangan pada saat musim hujan. Kata kunci: penilaian kerentanan, deformasi permukaan, metode geodetik, Kota Surabaya