2017 : Pengolahan Air Drainase Tercampur dengan Menggunakan Biofilter dan Scirpus grossus

Adhi Yuniarto ST.,MT.,Ph.D
Alfan Purnomo S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sistem pengaliran air hujan di Indonesia umunya adalah sistem pengaliran air tercampur, dimana air limpasan dan air limbah domestik tercampur di saluran. Limpasan air hujan dari jalan-jalan di daerah perkotaan umumnya telah terkontaminasi oleh polutan dari air limbah domestik. Air drainase yang tercampur ini memiliki kandungan polutan yang cukup beragam, seperti nutrien, dan kandungan organik. Saat ini sistem pengolahan air limpasan hujan yang bercampur air limbah domestik belum diteliti secara mendalam. Sehingga perlu dilakukan penelitian terkait metode pengolahan air drainase tercampur. Biofilter adalah salah satu teknologi yang saat ini sedang dikembangkan karena fleksibilitas ukuran dan konfigurasi. Salah satu tumbuhan yang memiliki kemampuan penyisihan polutan yang baik adalah Scirpuss grossus. Dari penelititan terdahulu, tumbuhan Scirpus grossus dapat meremoval kadar COD sebesar 97,2% dan kadar BOD sebesar 96% pada lindi TPA dengan konsentrasi organik yang cukup tinggi (Rachmaulin,\n2013). Berdasarkan hal tersebut, kemampuan biofilter dengan bantuan media kerikil dan pasir untuk menurunkan kandungan organik dan nutrient pada air limbah drainase tercampur Kota Surabaya perlu diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efisiensi pasir sebagai media biofilter untuk mengolah air drainase tercampur dan menentukan pengaruh penambahan tumbuhan Scirpus grossus pada biofilter terhadap effluen dan efisiensi pengolahan.