2017 : REKAYASA ALIRAN DI DALAM SILINDER SEBAGAI \nPROSES FLOKULASI ”IPA-MINI” YANG APLIKATIF \nPADA WILAYAH BENCANA ALAM BANJIR\n

Dr., Ir. Suharjoko MT.
Ir. Didik Harijanto CES
Dr.Ir. Hendra Wahyudi M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Dalam upaya penyediaan air bersih di lokasi wilayah bencana alam banjir, diperlukan suatu proses pemisahan antara sedimen suspensi (koloid) dengan air yaitu yang disebut IPA (Instalasi Penjernihan Air). Biasanya proses ini direncanakan dengan instalasi yang cukup besar dengan kapasitas 0,50 m3/dt lebih sebagai contoh IPA Ngagel di Surabaya dengan kapasitas 10 m3/dt lebih untuk memenuhi kebutuhan air bersih Kota Surabaya. Karena dalam IPA tersebut terdiri dari beberapa proses yang harus dilalui yaitu 1. pentawasan, 2. pencampuran, 3. proses flokulasi koloid, 4. proses pengendapan dan penyaluran air bersih. Proses flokulasi memerlukan tempat yang besar karena air yang sudah bercampur dengan tawas harus dialirkan dengan kecepatan tertentu dan dalam waktu yang cukup agar terjadi flokulasi dan terjadi endapan sedimen, dengan demikian proses flokulasi memerlukan saluran yang panjang dan dapat memberikan variasi kecepatan. \nNamun karena lokasi bencana maupun relokasi sementara, pada umumnya tidak terdapat lahan yang cukup serta pembangunan IPA memerlukan waktu yang lama, maka perlu dipikirkan suatu instalasi penjerniahan air dengan ukuran mini dan moveble. \nAliran putar di dalam silinder memiliki kecepatan yang bervariasi dengan besarnya kecepatan aliran bergantung linier mengikuti jari-jari, dibagian tepi silinder kecepatan aliran adalah paling besar dan di bagian tengah kecepatan mendekati nol. Dengan demikian perlu pemikiran dan teknik aplikasi sebagai rekayasa aliran di dalam silinder sebagai proses flokulasi dan endapan sedimen serta penyaluran air bersih. Instalasi yang akan dibangun akan dilengkapi dengan pompa air listrik dengan kapasitas 5 ltr/dt dan alat injeksi tawas serta kelengkapan lain yang menunjang. Disamping itu perlu diperlukan rekayasa proses injeksi tawas dan proses pengadukan.\n