2017 : Penentuan Tinggi Orthometrik Menggunakan Metode GNSS-Heighting dan Pengukuran Gayaberat Relatif di Kota Surabaya

Dr.Ir. Muhammad Taufik
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D
Akbar Kurniawan ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Informasi tinggi yang terkandung dalam IG berupa kontur yang sangat dibutuhkan oleh berbagai pekerjaan seperti tata air (misalnya pengendalian banjir, irigasi, drainase dll), pembuatan jalan, jembatan dan sebagainya. Tinggi yang diperlukan untuk keperluan praktis adalah tinggi yang mempunyai arti fisik di permukaan bumi yaitu tinggi orthometrik dimana bidang acuannya adalah geoid.\n\nPengukuran tinggi selain dengan menggunakan metode levelling terestrial yaitu dengan sipat datar juga bisa mengunakan metode levelling alternatif dengan menggunakan metode GNSS-heighting yaitu pengukuran GNSS untuk tinggi orthometrik. Untuk mendapatkan hasil yang baik metode GNSS dipadukan dengan metode pengamatan gayaberat yang bisa disebut dengan GNSS Levelling. Pada prinsipnya metode GNSS-Levelling menggunakan data komponen tinggi (h) dari survei GNSS dan nilai undulasi geoid (N) dari pengamatan gayaberat untuk menentukan tinggi orthometrik (H). Penentuan nilai undulasi geoid tersebut didasarkan atas data anomali gayaberat hasil pengamatan gaya berat.\n\nDalam penelitian ini akan dicari nilai undulasi (N) yang akurat menggunakan model geopotensial global ditambah dengan pengukuran gayaberat relatif, sebagai koreksi tinggi ellipsoid (h) dari metode GNSS untuk menghasilkan Tinggi Orthometrik (H). Sehingga dengan adanya referensi tinggi orthometrik perencanaan tata ruang wilayah kota Surabaya dapat lebih optimal serta dengan ketelitian IG yang baik.\n\nKata kunci: Tinggi orthometrik, GPS-heighting, gayaberat relatif, Kota Surabaya\n