2018 : Interpretasi Porositas Kaldera Tengger untuk Evaluasi Rute Transportasi Wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS)

Dr. Widya Utama DEA
Anik Hilyah S.Si, M.T

Year

2018

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak pada Ring of Fire (sabuk api) yang dicirikan dengan banyaknya gunungapi yang masih aktif, salah satunya adalah Gunung Bromo yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kawasan vulkanik Gunung Bromo dengan kaldera Lautan Pasir terluas di dunia menarik banyak wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Akumulasi tingginya aktifitas wisata maupun masyarakat lokal menyebabkan kerusakan fungsi hidrologis permukaan dikawasan tersebut. Untuk mengidentifikasi kondisi hidrologis khususnya yang berpengaruh terhadap rendahnya laju infiltrasi tanah maka perlu dilakukan pemetaan porositas pada lokasi yang diduga telah mengalami banyak kerusakan akibat banyaknya transportasi yang berlalu lalang atau kepadatan wisatawan. Lokasi yang dimaksud yaitu parkir Jeep, Pasir Berbisik, di bawah tangga Gunung Bromo dan di jalan transportasi arah Wonokitri. Lalu lintas transportasi wisata (jeep, motor dan kuda) dan wisatawan yang terpusat pada lokasi-lokasi tersebut dicurigai menyebabkan pemadatan tanah, sebagai akibat dari menurunnya porositas tanah. Semakin rendah porositas tanah menyebabkan laju masuknya air dalam tanah semakin lambat, hal ini berkaitan dengan terbatasnya jalan masuk bagi air untuk mengisi ruang pori dalam profil tanah (ruang pori dipermukaan tanah) serta sedikitnya ruang pori dalam tanah yang dapat diisi oleh air (tanah cepat jenuh). Kerusakan fungsi hidrologis permukaan sudah terjadi selama 10 tahun terakhir seperti banjir dan timbulnya genangan dan patahan yang membentuk semacam alur sungai pada musim hujan. Interpretasi porositas kaldera Tengger sangat dibutuhkan dalam evaluasi rute transportasi wisata guna mencegah kerusakan hidrologis yang lebih parah.