2017 : Pengembangan Prototipe Sistem Pengolahan Air Balas Kapal Menggunakan Aplikasi Filtrasi Karet Remah Dan Radiasi Sinar Ultraviolet Untuk Menghancurkan Mikroba Air Patogen

Dr.rer.nat., Ir. Maya Shovitri M.Si
Dr.Eng. Trika Pitana S.T., M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Balas merupakan salah satu sistem terpenting di kapal. Balas berfungsi untuk mengontrol trim, sarat, stabilitas dan tegangan pada lambung kapal yang disebabkan oleh kondisi laut yang merugikan atau akibat dari perubahan berat kargo. Dalam operasional kapal balas yang paling sering digunakan adalah menggunakan air laut. Hal ini dikarenakan sifat air laut yang lebih mudah untuk dibongkar dan muat di kapal. Selain memiliki kelebihan, penggunaan air laut sebagai balas juga memiliki kekurangan. Air laut yang dijadikan balas berpotensi menimbulkan pencemaran laut. Hal ini disebabkan oleh kandungan mikroorganisme air patogen yang terkandung di dalam air laut yang diambil dari origin port dan dibongkar pada destinasion port. Menurut European Maritime Safety Agency (2013), hal ini dapat menyebabkan ancaman besar bagi lingkungan, kesehatan masyarakat dan ekonomi.\nUntuk mencegah pencemaran laut akibat pembuangan balas, maka dibutuhkan sistem pengolahan air balas di kapal. Salah satu sitem pengolahan air balas kapal yang sedang dikembangkan adalah pengolahan air balas dengan menggunakan sinar ultraviolet C. Sinar ini memiliki sifat dapat diserap oleh protein asam ribonukleat (RNA) dan asam deoksiribonukleat (DNA), sehingga dapat menyebabkan mutasi atau kematian pada patogen. Studi mengenai pemanfaatan UV-C pada pengolahan balas perlu dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karea itu pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan mengenai kinerja UV-C dalam inaktivasi mikroba air patogen jenis Escherichia coli dan vibrio cholerae yang terkandung di dalam air balas. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode eskperimen berupa pembuatan prototipe sistem pengolahan air balas. Pemberian tingkat dosis UV-C pada prototipe akan divariasikan mengikuti variasi laju aliran air balas dalam prototipe. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara debit air balas dengan tingkat dosis UV yang dibutuhkan umtuk inaktivasi mikroorganisme air patogen jenis jenis Escherichia coli dan vibrio cholerae. Selain melakukan penelitian pada UV-C, dalam penelitian ini juga dilakukan eksperimen penggunakan karet remah sebagai material alternatif pada sistem filtrasi dalam prototipe sistem pengolahan air balas yang akan dibangun. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan variasi debit air balas pada sistem filtrasi dengan menggunakan karet remah. Hal ini dilakukan guna mengetahui kinerja penyaringan karet remah pada tingkatan debit air yang berbeda.\nDari hasi penelitian ini ingin didapatkan bagaimana kinerja prototipe sistem pengolahan air balas yang akan dibuat dengan menggunakan aplikasi filtrasi karet remah (crumb rubber) dan radiasi sinar ultraviolet dalam menghancurkan mikroba air patogen dalam air balas.\n