2019 : Dampak Pemanasan dan Pengasaman Laut Terhadap Komposisi Fitoplankton Guna Mendukung Keberhasilan Kegiatan Budidaya di Pesisir Kabupaten Tuban

Dr. Dewi Hidayati S.Si., M.Si
Dr.rer.nat. Edwin Setiawan S.Si., M.Sc
Nova Maulidina Ashuri, S.Si, M.Si


Abstract

Ocean Accidification atau pengasaman laut adalah suatu fenomena dimana tingkat keasaman air laut berubah menjadi di bawah normal karena dampak langsung pemanasan global. Pengasaman laut ini merupakan isu utama perubahan iklim yang akan mengubah kehidupan di dunia akibat meningkatnya konsentrasi karbondioksida atmosfer yang terlarut dalam air laut dalam jumlah besar dan proses pelarutan yang sangat cepat akibat pengaruh dari peningkatan suhu. Akibat langsung dari pengasaman laut ini akan menyebakan dampak sangat serius dan langsung pada ekosistem perairan terutama biota laut dan akibatnya dampak ekonomi yaitu faktor perikanan suatu daerah. Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan kemampuan ekonomi yang rendah berada pada posisi yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, terlebih industri “Blue Ocean�merupakan salah penunjang utama sector perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang dampak dari pemanasan global dan pengasaman laut ini terhadap komposisi fitoplankton dikarenakan fitoplankton merupakan organisme primer yang menjadi sumber pakan alami utama untuk kehidupan ikan. Pesisir Kabupaten Tuban dipilih sebagai pilot studi untuk penelitian ini dikarenakan belum ada penelitian yang menjelaskan ada korelasi antara pengasaman laut dan pemanasan suhu terhadap komposisi fitoplakton, dan dikhawatirkan beberapa fitoplakton baik/ yang dibutuhkan untuk pertumbuhan organisme yang dibudiayakan telah banyak yang mati/musnah. Terlebih lagi, Kabupaten Tuban merupakan salah satu area industri perikanan terpenting di Jawa Timur, sehingga informasi ini sangat dibutuhkan oleh pembudidaya tentang jenis plankton yang ada di perairan laut, sehingga dapat meminimalisir masuknya fitoplankton yang tidak dibutuhkan dalam kegiatan budidaya