2017 : Upaya Mengatasi Keterbatasan Senyawa Alam Betanin sebagai Material Energi pada Aplikasi Sel Surya DSSC

Drs. Lukman Atmaja M.Si., Ph.D
Nurul Widiastuti S.Si,M.Si., Ph.D
Yuly Kusumawati S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pengembangan teknologi perangkat sel surya DSSCs (Dye Sensitized Solar Cells) terus dilakukan oleh para peneliti sebagai tuntutan pencarian sumber energi alternatif. Selain untuk mencari nilai efesiensi konversi DSSC yang baik, pengembangan teknologi DSSC juga diarahkan pada pemanfaatan sumber daya untuk digunakan sebagai komponen DSSC. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah dengan menggunakan zat warna alami. Beragam zat warna alami telah diteliti untuk digunakan sebagai pemeka pada DSSC, seperti klorofil, karoten, antosianin atau betalain. Diantara zat warna alami tersebut, golongan betalain dinilai paling memiliki peluang karena secara molekular memiliki gugus ikat baik dengan permukaan TiO2. Tetapi efesiensi yang dihasilkan perangkat DSSC dengan pemeka zat warna alami, begitu juga betalain, masih sangat rendah. Pada umumnya, rendahnya nilai efesiensi DSSC yang menggunakan zat warna alami disebabkan terjadinya degradasi zat warna alami oleh permukaan TiO2 itu sendiri. Karena itu diperlukan berbagai teknik untuk melindungi lapisan TiO2 agar tidak dapat langsung berinteraksi dengan zat warna (teknik passivation permukaan TiO2). Pada penelitian ini, akan dilakukan penelitian mengenai efek doping ion logam Mg2+ pada DSSC berbasis TiO2 yang disensitasi oleh zat warna alami betanin. Akan dilakukan berbagai analisa yang mencakup, pengaruh penambah ion logam Mg2+ terhadap spektra TiO2 yang tersensitasi zat warna betanin, interaksi betanin dan TiO2, dan efektvitas deaktivasi permukaan TiO2, sebelum diaplikasikan pada sel surya DSSC.