2017 : INOVASI DESAIN KONSEPTUAL ALAT BONGKAR MUAT TERNAK DI PELABUHAN

Firmanto Hadi ST.
Achmad Mustakim S.T., M.T., MBA

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani dengan tingkat konsumsi rata-rata sebesar 5,1 kg/kapita/tahun. Pada periode 2010–2015, rata-rata pertumbuhan populasi sapi potong di Jawa sebesar 4,07% pertahun dan di luar Jawa 3,50% pertahun. Kebutuhan daging di Indonesia sebagian besar (±65%) masih dipenuhi dari produksi dalam negeri dan sisanya diperoleh dari impor. Namun, kondisi pengiriman dan proses bongkar muat ternak di sejumlah pelabuhan Indonesia tidak memenuhi prinsip animal welfare sehingga membuat ternak mengalami penurunan berat badan dan juga cedera pada saat dibongkar muat. Bongkar muat yang terjadi saat perpindahan moda dari kapal ke truk dilakukan dengan cara dilempar langsung ke laut atau bahkan digantung. Cara yang dilakukan adalah dengan melempar hewan ternak ke laut satu per satu kemudian TKBM siap menggiring sapi dari laut ke pinggir pantai untuk dibawa ke tempat karantina atau dengan mengikat sapi yang digantung dengan tali sling. Proses ini bertentangan dengan PP No. 82 tahun 2000 yaitu pada Pasal 47 dan Pasal 55 tentang kesejahteraan hewan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi eksisting prose bongkar muat sapi, faktor-faktor yang menyebabkan proses bongkar muat sapi yang tidak memnuhi prinsip animal welfare dan merancang inovasi desain konseptual alat bongkar muat yang terintegrasi antara kapal dan truk untuk meminimalisir perlakuan animal unwelfare di pelabuhan Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan alat bongkar muat dengan menerapkan konsep tangga hidrolik semi horizontal yang menghubungkan kapal dan truk secara langsung. Fasilitas bongkar muat ternak sudah seharusnya dibangun guna memperlancar aktivitas bongkar muat ternak yang memenhi prinsip animal welfare, user friendly dan terintegrasi. Inovasi desain alat bongkar muat ternak ini merupakan kombinasi dari desain truk fire extinguisher dan jembatan yang dilengkapi dengan alat penimbang berat badan ternak. Dengan alat ini, diharapkan dapat mengurangi resiko cedera sapi dan meningkatkan kecepatan bongkar muat yang aman bagi hewan.