2017 : USULAN METODE PERHITUNGAN UNTUK MEMPEROLEH JUMLAH PERKUATAN OPTIMAL TERHADAP BENCANA LONGSOR PADA PEMBANGUNAN TIMBUNAN JALAN

Yudhi Lastiasih ST. MT.
Putu Tantri Kumala Sari ST., MT.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Masalah yang sering terjadi dalam pembangunan jalan adalah disebabkan oleh kondisi tanah dasar yang memiliki daya dukung rendah dan timbunan jalan yang memiliki elevasi relative tinggi. Apabila permasalah tersebut tidak diselesaikan sejak awal pembangunan maka kelongsoran jalan tidak dapat dihindari. Kelongsoran jalan tersebut tentu saja akan sangat membahayakan pengguna jalan, selain itu juga dapat merugikan perencana jalan dan pemerintah. Jadi, analisa stabilitas timbunan jalan terhadap bahaya kelongsoran perlu dilakukan secara baik dan tepat untuk meminimalisir bahaya kelongsoran. \n Analisa stabilitas timbunan untuk memperoleh kemungkinan kelongsoran pada timbunan jalan salah satunya dilakukan dengan metode Limit equilibrium. Metode ini merupakan konsep kesetimbangan suatu pias timbunan dengan cara menentukan bidang longsor dan dianalisa dengan jumlah trial yang tidak sedikit. Trial bidang longsor umumnya dilakukan hingga ratusan kali untuk memperoleh bidang longsor yang paling kritis. Hasil trial tersebut adalah merupakan nilai safety factor yang digunakan sebagai acuan penentuan desain perkuatan apabila diperlukan. Nilai safety factor yang dipilih umumnya adalah merupakan nilai safety factor minimum dari bidang longsor yang di-trial. Tetapi nilai Safety factor minimum yang diperoleh saat perencanaan belum tentu menghasilkan jumlah kebutuhan perkuatan paling maksimal. Oleh karena itu jumlah perkuatan haruslah memenuhi kebutuhan perkuatan di lapangan agar kondisi ter-kritis kelongsoran tidak terjadi. \nAcuan penggunaan nilai safety factor minimal sebagai dasar perhitungan kebutuhan perkuatan maksimal adalah kurang tepat. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya factor lain sebagai penentu jumlah perkuatan yaitu momen penahan, momen pendorong, titik pusat longsor dan masih banyak lagi. Acuan perhitungan stabilitas timbunan terhadap kelongsoran menjadi tidak tepat sehingga menyebabkan kelongsoran masih tetap saja terjadi walaupun sudah dilakukan perkuatan timbunan. Ketidak-tepatan trial untuk menghitung kebutuhan perkuatan tersebut disebabkan oleh belum adanya batasan area bidang longsor terkritis dan nilai safety factor terkritis optimal yang dapat digunakan oleh perencana dalam melakukan analisa dan perhitungan kebutuhan perkuatan terhadap kemungkinan longsor. \n Tujuan utama penelitian ini adalah memperoleh rumusan empiris melalui pendekatan matematis dan program bantu sederhana untuk melakukan optimasi bidang longsor terkritis pada pembangunan timbunan jalan dengan menggunakan teknik data mining. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi elevasi dan dimensi timbunan serta karakteristik tanah dasar. Variasi yang digunakan tersebut disesuaikan dengan variasi kondisi di lapangan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memudahkan perencanaan dalam pembangunan jalan dan meminimalisir kelongsoran yang terjadi akibat ketidaktepatan trial bidang longsor terkritis.