2016 : Inovasi Laboratorium Manufaktur Sebagai Sentra Training Untuk Sertifikasi Keahlian Pengelasan dan Non Destructive Test Material Las.

Ir. Moh. Farid DEA
Mas Irfan Purbawanto Hidayat S.T., M.Sc., Ph.D
Dr. Eng Hosta Ardhyananta S.T., M.Sc.
Wikan Jatimurti ST., M.Sc


Abstract

Isu strategis bagi perguruan tinggi khususnya ITS dalam memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah tantangan yang dihadapi lulusan ITS untuk mampu bersaing dengan sarjana (engineer) luar negeri. Tenaga kerja asing rata-rata sudah melengkapi diri mereka dengan berbagai kompetensi yang memadai agar bisa merebut pasar kerja di Indonesia.\nSalah satu solusi yang bisa ditempuh adalah disamping memberikan bekal keilmuan yang berstandar internasional kepada para sarjana ITS, maka diperlukan pengayaan kompetensi sarjana ITS dengan memberikan pelatihan atau training yang sesuai dengan bidangnya. Sebagai model dari program ini adalah para calon lulusan Jurusan Teknik Material dan Metalurgi FTI ITS (JTMM FTI-ITS) akan dilatih kemampuan dalam bidang pengelasan dengan level tertentu. Para peserta program pengayaan ini juga ditargetkan mempunyai kompetensi untuk mampu mengidentifikasi material hasil pengelasannya dengan melakukan uji non destruktif atau NDT. Pengembangan lebih lanjut dari program ini adalah pemanfatan oleh masyarakat di luar ITS. Laboratorium Manufaktur sebagai representasi dari Jurusan Teknik Material dan Metalurgi sebagai miniatur unit di ITS, berusaha membuat terobosan dengan membangun sistem training yang terintegrasi. Bekal yang mendasar adalah penguasaan konsep dasar keilmuan tentang proses manufaktur bahan logam dan non logam (material komposit, bahan keramik, dsb), teknologi pengelasan, metalurgi las, penguasaan Job Analysis tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pengelasan, pengetahuan NDT, dan lain-lain. Selanjutnya infra struktur yang diperlukan adalah membagun booth standar (tempat kerja pengelasan yang terstandar) untuk proses pelatihan (training) di lapangan. Tenaga yang sudah dimiliki di tim ini adalah Welding Inspector, NDT Inspector yang sudah tersertifikasi, fasilitas peralatan pengelasan, mesin NDT, mesin perkakas, peralatan kerja bangku dan mesin potong, ruang untuk workshop, ruang teknisi, dsb. Setelah selesai modul training yang diberikan maka proses sertifikasi dapat dilakukan dengan menggandeng pihak-pihak yang memang mempunyai otorisasi di bidangnya. Jaringan yang dirintis adalah dengan adalah Departemen Tenaga Kerja maupun lembaga sertifikasi.\nBerbasis model yang dikembangkan ini nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan pengambil kebijakan di ITS untuk bisa menjadikan sentra training di jurusan akan berperan menjadi salah satu unsur peningkatan kompetensi lulusan ITS maupun masyarakat yang membutuhkan. Selanjutnya sentra ini bisa menjadi revenue generator yang efektif karena proses training yang dilakukan secara profesional untuk mendapatkan sertifikasi yang terstandar.\n\n