2018 : Kajian Kemagnetan dan Logam Berat pada Sedimen Sungai Brantas

Dr. Widya Utama DEA
Ede Mehta Wardhana S.T., M.T
Mariyanto S.Si., M.T
Lucky Putri Rahayu S.Si., M.Si.
Ervin Nurhayati S.T.,M.T.,Ph.D
Murry Raditya S.T., M.T.
Sefi Novendra Patrialova S.Si., M.T
Maratus Sholihah S.T., M.T
Muhammad Attamimi B.Eng.,M.Eng.,Ph.D
Iftita Rahmatika S.T., M.Eng
Adhi Iswantoro S.T.,M.T
Fadilla Indrayuni Prastyasari S.T., M.Sc
BANU PRASETYO S.FIL.,M.FIL
Danu Utama S.T.,M.T
M. Haris Miftakhul Fajar S.T., M.Eng.
Muhammad Luthfi Shahab S.Si.,M.Si


Abstract

Sungai Brantas adalah salah satu sungai terbesar yang melintasi Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas telah dimanfaatkan masyarakat sebagai pasokan bahan baku air minum, pasokan air untuk proses produksi dan sebagai drainase kota serta kegiatan lainnya. Populasi penduduk dan industri yang padat di sepanjang sungai menjadikan ancaman pencemaran akibat polutan antropogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat magnetik pada sedimen di berbagai lokasi sepanjang aliran Sungai Brantas dan menentukan hubungan antara parameter magnetik dengan tingkat pencemaran. Sampel sedimen diambil dan diukur dengan serangkaian pengukuran magnetik (suseptibilitas, termomagnetik, ARM, IRM dan VSM), analisis XRD, XRF, AAS dan SEM-EDS. Pengukuran dan pengujian sampel akan menghasilkan nilai parameter magnetik, mineralogi, kandungan logam berat dan morfologi bulir magnetik yang kemudian akan dibahas pada penelitian ini.Analisis hasil pengukuran akan dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis mineral, ukuran dan domain bulir mineral magnetik pada sedimen Sungai Brantas. Selanjutnyaakan dilakukan analisis korelasi pearson untuk mengetahui hubungan antara parameter magnetik dan kandungan logam berat sehingga dapat diketahui parameter magnetik apa saja yang baik digunakan sebagai proksi indikator tingkat pencemaran di Sungai Brantas. Analisis morfologi dan komposisi bulir magnetik dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan sumber pencemaran yang terjadi di Sungai Brantas. Bentuk dan komposisi mineral magnetiksangat bergantung dari proses pembentukan dan lingkungan. Sumber mineral magnetik tidak hanya dipengaruhi oleh hasil proses pedogenik tetapi juga hasil proses antropogenik. Sifat magnetik, morfologi dan komposisi mineral magnetik akan digunakan untuk memetakan dan mengidentifikasi kemungkinan sumber pencemaran yang terjadi di Sungai Brantas.