2017 : Pengembangan Sistem Pemantauan Penggunaan Bahan Bakar di Kapal Berbasiskan Data Automatic Identification System (AIS)

Dr. I Made Ariana ST., MT.
A.A. BGS. Dinariyana Dwi Putranta S.T., MES, Ph.D
Dr. Dhimas Widhi Handani ST.,M.Sc


Abstract

Jumlah kapal niaga yang beroperasi semakin meningkat seiring meningkatnya kebutuhan transportasi barang dan jasa. Kebutuhan bahan bakar juga akan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah kapal, dikarenakan bahan bakar merupakan komponen biaya terbesar dalam pengoperasian kapal. Khususnya Indonesia yang mencanangkan program Tol Laut dengan pembangunan armada kapal-kapal baru mengakibatkan diperlukannya penambahan persediaan bahan bakar. Pada saat perusahaan pemilik kapal berkepentingan untuk melakukan penghematan bahan bakar, di satu sisi ada masalah baru yang terjadi pada operasional kapal. Penyalahgunaan bahan bakar dalam bentuk transaksi penjualan secara illegal di tengah laut pada saat kapal berlayar sangat sulit untuk diketahui karena konsumsi bahan bakar berkorelasi dengan mode pengoperasian motor penggerak kapal.\n\nDampak kerugian yang diakibatkan oleh pencurian minyak di kapal sangat besar karena volume bahan bakar yang berpotensi untuk diambil juga sangat besar. Potensi terjadinya kecurangan didukung dengan perairan di Indonesia yang sangat luas sehingga tindakan kecurangan tersebut sulit untuk dicegah. Pemantauan belum bisa dilakukan dikarenakan tidak ada perangkat khusus di kapal yang berfungsi untuk memonitor tindakan tersebut. Perusahaan pemilik kapal berpotensi mengalami kerugian yang besar dikarenakan tidak mengetahui dengan pasti pengeluaran akibat penggunaan bahan bakar oleh kapal. Oleh karena itu diperlukan sebuah fasilitas yang berfungsi untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang dikonsumsi selama kapal berlayar sehingga meminimalisir tindakan kecurangan transaksi minyak illegal di tengah laut.\n\nIMO (International Maritime Organization) mewajibkan kapal dilengkapi dengan system navigasi berupa peralatan Automatic Identification System (AIS) yang dapat memberikan data informasi mengenai kapal. Perangkat AIS ini dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan kapal. Dengan perangkat AIS dimungkinkan adanya komunikasi antara dua kapal ataupun antara kapal dengan vessel traffic system (VTS) yaitu berupa stasiun AIS yang ada di darat. Dengan system seperti ini dapat dimungkinkan pertukaran informasi/ data untuk berbagai tujuan misalnya menghindari kecelakaan kapal, untuk memonitor oparasi kapal dll. Dengan mengolah data-data yang didapatkan dari AIS dan menggabungkan dengan Geografis Information System (GIS) maka dimungkinkan untuk mengetahui gross tonnage dan memantau pola pergerakan kapal dan menggunakannya untuk megetahui jumlah konsumsi bahan bakar suatu kapal dengan mengolah secara lebih lanjut hasil penggabungan data-data tersebut. Dengan ide inilah peneliti mengajukan proposal penelitian yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan diatas. Dengan pemantauan penggunaan bahan bakar ini dimaksudkan supaya bahan bakar yang digunakan oleh kapal dapat diketahui dengan pasti sehingga kemungkinan hilangnya sejumlah bahan bakar dapat dicegah.\n\nUsulan penelitian ini diawali dengan beberapa rangkaian penelitian terdahulu yang telah dilaksanakan oleh kelompok study di Laboratorium Reliability, Availability, Maintainability and Safety (RAMS). Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan adalah penelitian pada tahun 2012 yang berjudul “Pengembangan Perangkat Simulasi Melalui Integrasi Automatic Identification System (AIS) dan Geographical Information System (GIS)” yang telah menghasilkan output diantaranya: 1. Variabel-variabel yang berpengaruh pada tingkat bahaya operasi kapal/danger score, 2. Pengembangan algoritma danger score, 3. Pengolahan data Automatic Identification Sistem (AIS) untuk digabungkan dengan Quantum GIS dan 4. Pengembangan hazard navigation map. Penelitian yang diajukan ini merupakan lanjutan penelitian sebelumnya yang akan membahas mengenai pemantauan konsumsi bahan bakar pada kapal.\n\nKajian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap efektifitas pengoperasian kapal. Diantaranya adalah dapat bermanfaat dalam hal:\n1. Mendapatkan hasil tracking kapal dengan memanfaatkan data dari AIS (Automatic Identification System) dengan bantuan GIS (Geografis Information System).\n2. Mendapatkan model perhitungan kebutuhan bahan bakar kapal dengan mengolah informasi olah gerak kapal dari AIS, meliputi kebutuhan bahan bakar pada saat maneuvering, cruising dan hotelling. \n3. Mengaplikasikan hasil dari kajian pemantauan kebutuhan bahan bakar di kapal sehingga dapat dimanfaatkan secara umum oleh stakeholder yang bergerak di bidang industri pelayaran maupun oleh akademisi terkait. \n