2017 : PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI BIOLISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELLS (MFCs) DENGAN ELEKTRODA Ni, Ti DAN CARBON CLOTH

Dr. Ir. Sri Rachmania Juliastuti M.Eng
Dr.Eng. Raden Darmawan S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Saat ini, kebutuhan dan ketergantungan manusia akan energi listrik sangat tinggi, tetapi bahan bakar fosil sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbarui mulai terbatas. Teknologi yang mampu menghadirkan keberlanjutan untuk menghasilkan energi yang bisa diperbarui adalah sebuah keniscayaan. Microbial fuel cells (MFCs) merupakan teknologi yang mempunyai daya tarik di masa mendatang. Teknologi ini mampu membuka peluang guna menyediakan sumber energi yang bisa diperbarui dan terjaga keberlanjutannya, karena memanfaatkan metabolisme secara alami dari mikroba untuk menghasilkan listrik. Di sisi lain, peristiwa luapan Lumpur Lapindo dari dalam bumi menyembur ke atas permukaan tanah menyisakan banyak problem. Aplikasi microbial fuel cells (MFCs) adalah salah satu terobosan jitu untuk memanfaatkan lumpur lapindo yang melimpah tersebut untuk memproduksi biolistrik. Lumpur lapindo yang bernilai ekonomis murah bisa dipertimbangkan sebagai alternatif sumber energi (biolistrik), karena keberadaannya yang sangat melimpah dan dianggap sebagai sebuah bencana besar. Pemanfaatan lumpur lapindo dengan teknologi MFCs yang menggunakan keberadaan mikroorganisme di dalam lumpur Lapindo (indigeneous microorganisms) merupakan langkah yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin hari semakin bertambah. Sehingga penelitian ini merupakan hal yang sangat penting untuk bisa dilakukan guna menjawab peluang material lumpur lapindo sebagai sumber alternatif energi yang terbarukan dan bersifat sustain yang memanfaatkan metabolisme mikroba dengan menggunakan MFCs guna menghasilkan energi listrik (biolistrik).