2018 : APLIKASI METODE TIME SERIES INSAR ANALYSIS MENGGUNAKAN DATA SENTINEL-1A UNTUK PENGAMATAN DEFORMASI PERMUKAAN DI KOTA SURABAYA

Dr.Ir. Muhammad Taufik
Ira Mutiara Anjasmara ST, M.Phil, Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Faktor- faktor pemicu terjadinya deformasi permukaan di area perkotaan dapat diketahui dari sifat alami konsolidasi tanah yang pada umumnya berupa endapan aluvial, pengambilan air tanah yang berlebih dan adanya pembebanan fisik akibat infrastruktur berat di atasnua. Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta dengan tingkat pertumbuhan penduduk dan infrastruktur yang terus berkembang pesat, kebutuhan air bersih pun meningkat. Untuk memenuhinya, beberapa pengembang melakukan pengambilan/ ekstraksi air tanah yang terdapat pada lapisan akuifer, hal ini dapat memicu terjadinya deformasi (penurunan tanah). Berkaitan dengan kondisi geologi, 80% total daratan Kota Surabaya didominasi oleh daratan aluvial yang belum terlitifikasi sehingga masih dalam proses kompaksi, sehingga apabila terdapat pembebanan fisik akibat beban bangunan, maka akan rentan mengalami penurunan tanah. Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan teknologi penginderaan jauh yang dikembangkan untuk memenuhi beberapa aplikasi, salah satunya untuk mengamati fenomena deformasi tanah. Tujuannya dalam mengamati rata-rata kecepatan deformasi permukaan per tahun di Kota Surabaya, Small Baseline Subset (SBAS) diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) yaitu dekorelasi temporal dan geometrik. Diharapkan juga metode ini akan jauh lebih efisien dalam mengatasi kendala pengamatan langsung di lapangan seperti hilangnya beberapa titik benchmark di lapangan, kebutuhan surveyor dalam jumlah banyak, waktu pengamatan yang lama, dan harus melalui beberapa medan berat. Pada dasarnya, SBAS menerapkan metode repeat-pass atau DInSAR secara berulang sesuai dengan kombinasi pasangan citra yang telah dipilih. Pengamatan ini dilakukan antara bulan Mei 2015 dan Mei 2017 (2 tahun). Dikarenakan waktu pengamatan lapangan atau data Global Positioning System (GPS) tidak sesuai dengan waktu pengamatan metode SBAS, maka teknik DInSAR juga diterapkan pada penelitian ini. Dengan pemilihan waktu yang sama dengan waktu pengamatan GPS, nantinya nilai deformasi hasil dari penerapan metode DInSAR divalidasikan dengan 7 titik benchmark. Data geologi juga digunakan untuk menganalisa hubungan deformasi permukaan di suatu wilayah dengan jenis tanah/ batuan yang tersusun di wilayah tersebut. Sedangkan data curah hujan digunakan untuk melihat hubungan pola subsidence terhadap musim.