2020 : ANALISA BANJIR DAN LONGSOR DI DAERAH SENTANI, JAYAPURA MENGGUNAKAN CITRA SAR DAN OPTIK

Filsa Bioresita S.T., M.T.

Year

2020

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Sekitar 30% bencana yang terjadi di Indonesia adalah banjir. Bahaya ini telah menjadi bencana berulang yang terjadi setiap tahun (Sulaeman dan Suhartanto, 2017). Banjir besar melanda Sentani di Kabupaten Jayapura di provinsi Papua, Indonesia pada 16 Maret 2019, menyebabkan 113 orang meninggal. Banjir bandang terjadi karena curah hujan deras yang diikuti oleh tanah longsor. Pada 16 Maret, gelombang air tiba-tiba diamati, yang dihipotesiskan berasal dari Pegunungan Cyclops. Ini kemungkinan disebabkan oleh tanah longsor yang membentuk bendungan alami dan karena itu menghalangi daerah hulu sungai, yang kemudian pecah dan mengakibatkan aliran deras. Air banjir menyapu sejumlah besar material, termasuk pohon yang tumbang dan batu-batu besar. Peningkatan kedalaman air sungai lokal dilaporkan tidak lama setelah itu, mengakibatkan bangunan di dekat sungai tergenang air. Ini mungkin disebabkan oleh kerusakan lingkungan di Pegunungan Cyclops. Data penginderaan jauh dapat memberikan informasi tentang banjir dan longsor. Dalam hal kondisi cuaca yang menguntungkan, citra optik adalah sumber informasi yang lebih disukai oleh pengguna karena dapat menginterpretasikan objek secara langsung. Namun, karena peristiwa banjir sering terjadi saat terdapat banyak tutupan awan, pemantauan dengan citra optik menjadi sulit. Sensor SAR menawarkan keuntungan yang jelas karena dapat beroperasi di malam hari serta hampir di segala cuaca. Penggunaan kedua jenis citra (SAR dan optik) diharapkan dapat lebih melengkapi pemetaan. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk memetakan banjir dan longsor dari peristiwa banjir bandang Sentani di Indonesia menggunakan citra SAR dan optik. Hasil penelitian yang diharapkan meliputi analisa wilayah banjir secara spasial dan pengamatan daerah terdampak longsor. Dengan penelitian ini diharapkan dapat mendorong untuk pemetaan banjir dan longsor secara cepat serta langkah pertama dalam manajemen bencana.