2017 : Penentuan Lokasi Budidaya Perikanan Lepas Pantai (Offshore Aquaculture) di Kabupaten Trenggalek

R. Haryo Dwito Armono ST.,M.Eng.,Ph.D.
Nur Syahroni ST.,MT.,Ph.D
Dr. Muhammad Zikra ST., M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Potensi perikanan budidaya secara nasional diperkirakan sebesar 15,59 juta hektar (Ha) yang terdiri dari potensi air tawar 2,23 juta ha, air payau 1,22 juta ha dan budidaya laut 12,14 juta ha. Pemanfaatan untuk budidaya laut hanya 0,01% saja, dibandingkan dengan budidaya air tawar sebesar 10,1% dan 40% pada budidaya air payau. Budidaya laut terdiri dari budidaya ikan, antara lain kakap, kerapu, dan gobia. Besaran potensi hasil laut dan perikanan Indonesia mencapai 3000 triliun per tahun, akan tetapi yang sudah dimanfaatkan hanya sekitar 225 triliun atau sekitar 7,5% saja. \nSalah satu cara budidaya air laut di lepas pantai (Offshore Aquaculture) adalah dengan menggunakan Keramba jaring apung (KJA) atau adalah suatu sarana pemeliharaan ikan yang kerangkanya terbuat dari bambu, kayu, pipa paralon atau besi berbentuk persegi yang diberi jaring dan diberi pelampung seperti drum plastik agar wadah tersebut tetap terapung di dalam air.\nPenentuan lokasi-lokasi yang sesuai untuk kegiatan budidaya perikanan lepas pantai dapat dilakukan dengan bantuan teknologi citra satelit dan pemodelan numerik. Penelitian ini akan mencari lokasi yang potensial untuk kegiatan budidaya lepas pantai di perairan sekitar teluk Prigi, Kabuaten Tulungagung. Pemodelan numerik yang didukung dengan analisa citra staelit akan digunakan dalam menentukan lokasi potensial untuk kegiatan budidaya lepas pantai.\n \n