2016 : PEMANFAATAN DATA AUTOMATIC IDENTIFICATION SYSTEM (AIS) UNTUK PENGEMBANGAN SHIP INSPECTION LEVEL MAP

Dr. I Made Ariana ST., MT.
Dr. Dhimas Widhi Handani ST.,M.Sc

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kecelakaan kapal merupakan kejadian yang dapat menyebabkan kerugian dan dampak yang ditimbulkan sangat besar ditinjau dari segi ekonomi, sosial ataupun lingkungan yang dihadapi oleh owner kapal, masyarakat sekitar pantai yang terdampak maupun lingkungan hidup disekitarnya. Oleh karena itu dilakukan upaya-upaya untuk menghindari kecelakaan kapal di laut termasuk tubrukan antar kapal di jalur pelayaran. Jalur pelayaran merupakan tempat kapal-kapal melakukan perlintasan sehingga daerah ini memiliki tingkat risiko tubrukan yang tinggi. Tingkat risiko tubrukan ini akan semakin tinggi bila luas area perairan yang menjadi jalur pelayaran merupakan daerah perairan yang sempit seperti pada selat. Di Indonesia, Selat Madura merupakan salah satu selat yang memiliki kepadatan lalu lintas kapal tertinggi dan termasuk selat dengan jalur pelayaran yang sempit. Sehingga memiliki tingkat risiko yang tinggi terjadinya kecelakaan kapal di Selat Madura tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan study yang mendalam sebagai upaya untuk mengetahui tingkat risiko kecelakaan kapal pada daerah pelayaran di Selat Madura beserta upaya yang dilakukan untuk menguranginya. \n\nPenelitian yang berkaitan dengan hal ini yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa telah dilakukan analisa tingkat kebahayaan kapal untuk digunakan untuk menggambarkan hazard navigation map dengan memanfaatkan data dari Automatic Identification System (AIS). Penelitian ini dilakukakan dengan case study di Selat Madura. Hasil penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui tingkat kebahayaan jalur pelayaran di Selat Madura akibat adanya kapal-kapal yang bergerak maupun sedang diam di sebuah jalur pelayaran. Dalam hal ini AIS sangat membantu dikarenakan data-data pergerakan kapal disediakan secara lengkap. Tingkat kebahayaan kapal tersebut didapatkan dengan menilai beberapa faktor, diantaranya adalah faktor lingkungan, faktor manusia, faktor permesinan dll. Akan tetapi dalam penelitian - penelitian sebelumnya, belum mempertimbangkan faktor kebahayaan kapal dipengaruhi oleh seberapa sering kapal - kapal yang berlayar di jalur pelayaran tersebut dilakukan pemeriksaan/inspeksi, klas kapal serta bendera kapal. \n\nSedangkan pada dasarnya inspeksi kapal sangat mempengaruhi kondisi dari kapal sehingga pada akhirnya akan sangat mempengaruhi tingkat kebahayaan kapal secara signifikan. Oleh karena itu penelitian ini akan mengembangkan ship inspection level sebagai ukuran seberapa besar tingkat kebahayaan kapal dihubungkan dengan faktor inspeksi kapal. Ship inspection level map selanjutnya akan dibuat untuk mendapatkan gambaran sebuah jalur pelayaran yang dilintasi oleh kapal-kapal dengan inspection level-nya masing-masing dalam rentang waktu tertentu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi kepada pengguna jalur pelayaran untuk mengetahui tingkat kebahayaan sebuah jalur pelayaran diakibatkan oleh tingkat inspeksi kapal-kapal yang berlayar di jalur tersebut.\n\nIMO (International Maritime Organization) mewajibkan kapal dilengkapi dengan system navigasi berupa peralatan Automatic Identification System (AIS) yang dapat memberikan data informasi mengenai kapal. Perangkat AIS ini dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan kapal. Dengan perangkat AIS dimungkinkan adanya komunikasi antara dua kapal ataupun antara kapal dengan vessel traffic system (VTS) yaitu berupa stasiun AIS yang ada di darat. Dengan system seperti ini dapat dimungkinkan pertukaran informasi/ data untuk berbagai tujuan misalnya menghindari kecelakaan kapal, untuk memonitor oparasi kapal dll. Dengan mengolah data-data yang didapatkan dari AIS dan menggabungkan dengan Geografis Information System (GIS) maka dimungkinkan untuk memantau pergerakan kapal dan menggunakannya untuk megetahui pergerakan kapal di Selat Madura dan dengan menggabungkan dengan ship database, bisa dilakukan analisa ship inspection level. Dengan ide inilah peneliti mengajukan proposal penelitian yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan diatas. \n\nUsulan penelitian ini diawali dengan beberapa rangkaian penelitian terdahulu yang telah dilaksanakan. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian berseri yang didasarkan pada pemanfaatan Automatic Identification System (AIS). Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan adalah penelitian pada tahun 2012 yang berjudul ““Pengembangan Perangkat Simulasi Melalui Integrasi Automatic Identification System (AIS) dan Geographical Information System (GIS)” yang telah menghasilkan output diantaranya: 1. Variabel-variabel yang berpengaruh pada tingkat bahaya operasi kapal/danger score, 2. Pengembangan algoritma danger score, 3. Pengolahan data Automatic Identification Sistem (AIS) untuk digabungkan dengan Quantum GIS dan 4. Pengembangan hazard navigation map. \nHasil-hasil penelitian tersebut sangat membantu khususnya untuk dikembangkan dan digunakan pada bidang keselamatan operasional kapal khususnya yang berkaitan dengan pengembangan penggunaan danger score. Pad