2016 : KAJIAN PENGGUNAAN TULANGAN BAJA MUTU TINGGI \nBERDASARKAN PEMBATASAN SNI 2847:2013

Prof. Tavio S.T. M.T. Ph.D.

Year

2016

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kebutuhan pembangunan gedung tingkat tinggi untuk memenuhi kebutuhan aktifitas ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan pembangunan gedung semakin tinggi (high rise building). Disisi lain Indonesia merupakan salah satu negara yang wilayahnya terletak dalam jalur ring of fire kawasan Pasifik. Sehingga dibutuhkan material struktur yang kuat dan mempunyai daktail yang cukup. Baja mutu tinggi mempunyai kekuatan yang besar tetapi mempunyai sifat yang lebih getas dibandingkan dengan baja mutu normal. Peraturan Indonesia SNI 2847:2013 mengatur penggunaan kuat leleh tulangan longitudinal dimana kuat leleh (fy) rencana tulangan tidak boleh diambil lebih dari 420 MPa terutama pada daerah gempa dan untuk tulangan tranversal fyt tidak melebihi 700 MPa, hal ini dinyatakan pada pasal 9.4 dan sub pasal 21.1.5.2. Hal ini juga yang dinyatakan pada ACI 318R-14 hal tersebut diatur pada sub pasal 20.2.2.4 Tabel 20.2.2.4a dimana dinyatakan untuk penggunaan special seismic systems dan sub pasal 20.2.2.5. Berdasarkan hal tersebut diatas dibutuhkan penelitian yang komprehensif dalam menggunakan material baja mutu tinggi sebagai bahan beton bertulang. Sehingga penelitian ini dibutuhkan sebagai penelitian awal dalam melihat karakteristik material baja mutu tinggi. Karena keterbatas dana penelitian ini memfokuskan pada pengujian kuat tarik baja, bending dan fatik baja mutu tinggi dengan 550 MPa (Grade 80).