2017 : Aplikasi Teknologi Sonikasi dan Hidrotermal untuk Memproses Onggok (Hasil Samping Industri Tapioka) dalam Pembuatan Gula Reduksi Sebagai Bahan Baku Etanol(Biofuel)

Dr. Ir. Sumarno M.Eng.
Firman Kurniawansyah ST, M.Eng.Sc, Ph.D
Prida Novarita Trisanti S.T., M.T.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Ketela pohon merupakan salah satu sumber makanan penting untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat. Beberapa bahan kimia penting dapat diproduksi dari ketela pohon; seperti pati, glukosa, fruktosa, maltose, oligosakarida, amilose, amilopektin dan produk turunannya; seperti alcohol, asam glutamate, dan lain-lain. Limbah dari proses produksi utama ketela pohon yaitu tepung tapioka, atau pati adalah onggok, yang masih memiliki kandungan karbohidrat tinggi (pati sebesar 65,5% dan selulosa 8,1% berat kering). Karena komposisi onggok tersebut maka pemrosesan lanjut menjadi gula pereduksi (glukosa, fruktosa, maltosa) yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan baku etanol (biofuel). \nPemanfaatan onggok menjadi gula reduksi dengan menggunakan teknologi ultrasonik, teknologi subkritis dan superkritis memberikan terobosan dalam metode produksi. Minimnya pemakaian bahkan tiadanya bahan kimia dalam proses produksi, menjadikan green process ini aman dari segi produknya juga limbah yang dihasilkan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah untuk merubah onggok menjadi gula reduksi dengan metode sonikasi dan hidrotermal. Mengingat kandungan pati jauh lebih besar dari selulosa maka proses sonikasi dilakukan dulu agar terjadi degradasi bagian ikatan glikosidik yang lebih mudah yaitu pati. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh waktu dan suhu operasi pada proses hidrotermal terhadap produk yang dihasilkan, dan; mempelajari pengaruh perlakuan awal sonikasi dilanjutkan proses hidrotermal terhadap yield dari produk yang dihasilkan. Penelitian ini diawali dengan membuat suspensi onggok dalam aquadest (1/20 (w/v)) yang kemudian dilakukan proses sonikasi dilanjutkan ke proses hidrotermal. Sampel yang yang diperoleh dipisahkan antara padatan dan liquid untuk dianalisis. Padatan dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM), X-Ray Diffraction (XRD), dan Spektrofotometer UV-Vis (pati, dan selulosa), sedangkan untuk liquid dianalisis dengan Spektrofotometer UV-Vis (gula reduksi).