2017 : PENGEMBANGAN MATERIAL PHASE CHANGE MATERIAL (PCM) UNTUK SISTEM PENDINGIN HYBRID PETI KEMAS PENDINGIN

Ir. Alam Baheramsyah M.Sc.
Sutopo Purwono Fitri ST., M.Eng., Ph.D.En
Agung Purniawan ST. M.Eng

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Selama masa distribusi untuk memenuhi kebutuhan pasar, produk tertentu, terutama makanan, memerlukan suatu sistem pengondisian yang dapat menjaga kualitasnya agar tidak mengalami perusakan atau pembusukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga produk tersebut pada suhu yang rendah. Hal ini telah diterapkan pada peti kemas pendingin konvensional yang menggunakan sistem pendingin kompresi uap untuk menjaga kualitas produk yang diangkutnya.\nNamun, peti kemas tersebut memerlukan pasokan listrik yang cukup besar baik dari kapal maupun dari dermaga. Peti kemas ukuran 20 kaki cenderung memerlukan pasokan listrik sebesar 4 kW dan peti kemas ukuran 40 kaki sebesar 7 kW (Yves Wild, 2017).\nAlternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan phase change material (PCM) pada peti kemas untuk mengurangi kebutuhan pasokan listrik yang besar itu. Sayangnya, di Indonesia PCM masih belum tersedia dalam jumlah banyak karena harus mengimpor dari luar negeri.\nPenelitian ini bertujuan untuk menemukan komposisi PCM yang baik untuk diterapkan pada peti kemas pendingin agar kebutuhan PCM di Indonesia dapat dipenuhi tanpa harus melakukan impor PCM. Penelitian ini mengusulkan percobaan pembuatan PCM dengan bahan kategori eutectic dengan mengombinasikan organik dan inorganik.\nPCM akan diuji dengan bomb calorimeter/differential scanning calorimeter, preezing point, fourier transform infra red. Hasil pengujian tersebut akan menyimpulkan apakah PCM layak diaplikasikan. Apabila PCM telah dianggap layak, maka penelitian dilanjutkan dengan perencanaan pengujian model peti kemas pendingin menggunakan semi-blast freezer cold storage kapasitas 1 ton di laboratorium Mesin Fluida Departemen Teknik Sistem Perkapalan dengan menggunakan PCM. Validasi akan dilaksanakan untuk melihat kinerja pendinginan hybrid. Setelah itu dilakukan pembahasan serta penarikan kesimpulan dan saran.