2018 : PEMANFAATAN DAN REKAYASA LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI PENAHAN DAN PEMECAH GELOMBANG LAUT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL

Dr.Ir. Amien Widodo M.Si.
Mas Irfan Purbawanto Hidayat S.T., M.Sc., Ph.D
Sigit Tri Wicaksono S.Si., M.Si., Ph.D.
Ir. Suwarno M.Eng


Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki ribuan pulau yang dikelilingi oleh pantai-pantai dengan berbagai potensinya merupakan aset bangsa yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dan dikembangkan dalam berbagai bidang. Hampir semua kegiatan bisnis dan industri tidak lepas dari pemanfaatan daerah pantai sebagai jalur transportasi maupun kegiatan bisnis itu sendiri seperti ekspedisi antar pulau bahkan antar negara, perikanan, pertanian dan bahkan pariwisata dan pemukiman. Hal ini menjadikan wilayah pantai sebagai daerah yang sangat vital bagi aktivitas bisnis dan pemukiman. Namun, karena beberapa permasalahan baik pergeseran lempeng bumi, pasang surut air laut, cuaca dan iklim di Indonesia menjadikan wilayah pantai tergolong daerah yang cukup dinamis. Dinamika perubahan yang terjadi di pantai (abrasi daerah pantai) seringkali disebabkan oleh angin dan aktivitas gelombang laut ataupun kombinasi keduanya akibat perubahan cuaca dan iklim. Permasalahan ini berdampak pada berkurangnya feasibilitas wilayah pantai (terutama daerah pantai dengan ombak yang relatif besar) untuk dijadikan sebagai daerah pariwisata dan pemukiman. Penggunaan bahan konstruksi penahan dan pemecah gelombang laut menjadi sangat urgent untuk menanggulangi/memecahkan persoalan ini dimana gelombang yang datang dari laut/perairan lepas dengan energi yang cukup besar dapat direduksi secara signifikan, sehingga mengurangi dampaknya terhadap perubahan/abrasi daerah pantai. Struktur penahan energi gelombang ini dapat dibuat dari struktur yang masif/kaku dan bisa juga dari struktur yang fleksibel (tanaman hidup, struktur apung, dan lainnya). Salah satu bahan konstruksi yang dapat digunakan untuk mereduksi energi gelombang adalah breakwater, yang merupakan struktur penahan gelombang yang sangat efektif untuk digunakan sebagai pelindung pantai terhadap abrasi dengan memecah energi gelombang sebelum mencapai pantai. Pada penelitian dengan skema penelitian unggulan ini, akan didesain dan dibuat bahan komposit berbasis limbah plastik untuk aplikasi struktur konstruksi penahan dan pemecah gelombang yang bersifat rigid tapi juga fleksibel. Performa untuk menahan dan memecah gelombang laut bahan komposit berbasis limbah plastik ini diuji dan dianalisis secara komprehensif baik sifat mekanik dan fisisnya maupun secara komputerisasi menggunakan simulasi numerik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diimplementasikan di daerah-daerah pantai/pesisir dengan amplitude dan frekuensi gelombang laut yang relatif besar sekaligus agar dapat dikembangkan dan dioptimalkan potensinya sebagai daerah pariwisata maupun pemukiman.