2019 : ITSBird : Inisiasi Start-Up Ekowisata melalui Studi Bioekologi Avifauna dan Potensi Pemberdayaan Masyarakat Lokal Berbasis Konservasi di Pantai Timur Surabaya

Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum S.Si., M.Si., Ph.D
Iska Desmawati S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Konservasi merupakan salah satu topik populer baik di kalangan akademisi maupun pemerintah dan masyarakat. Hal ini di dasarkan pada fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas flora dan fauna serta budaya yang tinggi. Hal ini memungkinkan adanya suatu mekanisme konservasi untuk menekan pola-pola awal kepunahan prematur yang dapat di alami oleh banyak spesies terutama flora dan fauna yang menjadi modal dasar keberagaman Indonesia di era global. Sejalan dengan hal tersebut, biodiversitas Indonesia banyak memiliki ancaman baik bersifat alami maupun oleh faktor antropologi. Manajemen konservasi yang baik tentu tidak hanya semata-mata untuk keberlanjutan suatu spesies, namun dapat diterapkan berdasarkan prinsip seimbang dengan kebutuhan manusia. Nilai langsung dan tidak langsung dari spesies tersebut akan menjadi dasar mekanime konservasi yang didukung masyarakat, dimana pelibatan masyarakat akan sadar terhadap lingkungannya menjadi suatu dasar penentuan metode dan langkah terbaik agar konservasi sukses dan tidak ada konflik. Sehingga, dalam satu langkah konservasi dapat berjalan banyak tujuan yakni pengembangan masyarakat, peningkatan ekonomi wilayah dan konservasi spesies. Hal ini mendorong penelitian mengenai bioekologi suatu spesies dan bagaimana potensinya jika di asumsikan spesies tersebut dapat dimanfaatkan secara bijak berdasarkan prinsip-prinsip konservasi yang baik. Salah satunya adalah jenis avifauna. Avifauna atau dapat disebut sebagai jenis burung (Aves) merupakan indikator lingkungan yang baik dilihat dari kemampuan dispersalnya dan menjadi mahluk hidup sensitif meskipun memiliki home range yang luas dibandingkan dengan vertebrata yang lain. Salah satu wilayah dengan jumlah avifauna yang melimpah adalah Pantai Timur Surabaya yang telah masuk daftar daerah IBA (Important Bird Area) kode ID103 dengan status IBA A4iii (Congregations). Daerah IBA (Important Bird Area ) A4iii merupakan daerah penting bagi avifauna migran dengan data pada tahun 2004 disinggahi oleh 20.000 avifauna migran (Bottleneck site). Analisa bioekologi yang akan digunakan pada wilayah Pantai Timur Surabaya dapat meliputi komposisi spesies burung, kelimpahan individu, distribusi dan preferensi habitat, status konservasi, interaksi dan nilai penting secara global. Model ini merupakan pengembangan dari Niche modeling yang digunakan untuk mengetahui prediksi perubahan distribusi dari masa lalu ataupun perubahan iklim di masa depan (Hijmans & Graham, 2006),dan digunakan untuk menginvestigasi pola spesiasi dan perubahan atau tumpang tindih relung spesies (Wiens & Graham, 2005; Carstens & Richards,2007; Warren et al., 2008). Sedangkan analisa potensi wilayah akan di hubungkan dengan interaksi avifauna tersebut dengan habitatnya, yang di harapkan akan memiliki nilai tambah dari suatu wilayah konservasi baik dalam bidang pengetahuan maupun sosial budaya. Hal ini juga akan di dukung dengan observasi awal masyarakat di wilayah tersebut terhadap keberadaan avifauna. Kedua data tersebut akan ditingkatkan dengan perumusan pembuatan inisiasi suatu start-up digital berbentuk aplikasi berbasis system android yang akan diberi nama ITSBird. Aplikasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi dasar komparasi dengan litelatur dan penelitian selanjutnya mengenai komposis spesies, biodiversitas, perubahan habitat yang telah terjadi di kawasan Pantai Timur Surabaya serta menjadi data acuan bagi pengelolaan wilayah konservasi baik skala lokal maupun secara global. Hal ini akan menjadi pendukung pengelolaan wilayah yang termasuk dalam kategori IBA (Important Bird Area) di Surabaya.