2017 : Pengklasifikasian Sinyal Electromyography (EMG) Menggunakan Metode Transformasi Fourier Khusus Untuk Mengendalikan Kursi Roda Elektrik

Ir. Rusdhianto Effendie AK M.T.
Ir. Joko Susila
Ir. Arif Musthofa MT.
Hendro Nurhadi Dipl., Ing., Ph.D.
Slamet Budiprayitno ST, MT.
Yunafi atul Aniroh, ST, M.Sc


Abstract

Pada penelitian ini akan dibuat kursi roda elektrik yang dapat mempermudah penderita disabilitas dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Penggunaan kursi roda konvensional sudah tidak efektif, karena membutuhkan tenaga yang besar dalam mengayuh kursi roda. Apalagi bila pengguna melewati daerah yang memiliki kemiringan atau tanjakan, maka tenaga yang dikeluarkan lebih besar dari biasanya.\n Kursi roda elektrik ini dibuat dengan kontrol sinyal gerakan otot lengan sebagai pengendali arah. Sensor gerakan otot yang mendukung kursi roda dalam mengkontrol gerakannya disebut dengan sensor electromyograph (EMG). Selama ini EMG hanya digunakan sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit neuromuskuler, menilai nyeri punggung dan gangguan gerak. Karena kurang luasnya pengaplikasian sensor EMG, hal ini menjadi salah satu dasar pemanfaatan sensor EMG sebagai kontrol gerak kursi roda pada penelitian ini. Selain itu, dengan pemanfaatan sensor EMG sebagai kontrol gerak kursi roda juga dapat membantu pengguna yang memiliki keterbatasan gerak tangan seperti stroke pada jari tangan untuk mengoperasikan kursi roda.\n Pada dasarnya elektromiografi adalah teknik yang digunakan untuk memeriksa dan merekam aktivitas sinyal bioelektrik tubuh. Sinyal bioelektrik tubuh ini dihasilkan dari kontraksi otot yang disebabkan oleh depolarisasi serat-serat otot. Ketika otot berkontraksi akan menghasilkan beda potensial listrik. Sinyal yang terbaca oleh sensor EMG akan diolah dan diklasfikasikan menggunakan metode Tranformasi Fourier Khusus, sehingga dapat dijadikan sinyal kontrol gerak kursi roda elektrik tanpa banyak filter. Dengan adanya klasifikasi tersebut, memudahkan pengolahahan sinyal dalam kontroler. Selain itu, pada kursi roda elektrik ini juga dilengkapi sensor jarak yang dihubungkan ke kontroler. Apabila kursi roda akan menabrak suatu halangan maka kursi roda dapat berhenti secara otomatis. Sensor jarak yang digunakan adalah sensor ultrasonik. \n Dari pembuatan penelitian ini diharapkan dapat membantu penderita disabilitas dalam menjalankan kegiatan nya sehari-hari dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan teknologi dalam bidang ilmu biomedika.\n