2017 : PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ABSORBSI GAS H2S\nPADA FILTER BIOGAS (WET SCRUBBER) DENGAN MEMPERGUNAKAN KABUT AIR

Ir. Heri Joestiono MT
Dr. Ir. Ronny Dwi Noriyati M.Kes
Dr.Ir. Totok Soehartanto DEA

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Pada tahun ke-3 Penelitian Unggulan ITS 2016, dikembangkan Filter Purifikasi Biogas hasil ekstraksi dari kotoran ternak dengan mempergunakan bioreactor Anaerob, hal ini dikarenakan biogas yang dihasilkan terdapat unsur pengotor seperti gas CO2 (sekitar 30%), dan gas H2S (sekitar 0.5%), serta gas-gas lainnya. Gas CO2 dapat mengurangi kalor biogas jika dibakar serta dapat menimbulkan efek rumah kaca, sedangkan gas H2S dapat mengakibatkan korosi pada ruang bakar serta jika dihirup oleh manusia dapat menyebabkan mual-mual dalam jumlah sedikit dan berbahaya jika dalam jumlah banyak. Dimana pada penelitian ini telah berhasil dilakukan rancang bangun Filter Purifikasi dengan metode Wet Scrubber untuk mengurangi gas H2S dan gas CO2 yang terkandung dalam biogas. Namun outlet biogas dari Filter Wet Scrubber sangat lemah, hal ini dikarenakan bentuk fiternya cukup besar volumenya, sehingga menimbulkan efek pressure drop yang cukup besar. \nUntuk itu pada penelitian prototype tahun ke-1 akan dilakukan pengembangan Filter Purifikasi untuk mengurangi efek pressure drop dan meningkatkan permukaan kontak antara biogas dan air dengan cara menyepraikan air dalam bentuk kabut. Dengan merubah ukuran dan jalur aliran biogas dalam filter, diharapkan dapat mengurangi pressure drop. Disamping itu design flow meter aliran biogas yang masuk ke filter dan aliran biogas outlet filter akan dirubah dengan mempergunakan flow meter yang lebih akurat terkait dengan lemahnya aliran biogas. Dengan disempurnakannya filter purifikasi biogas ini, maka akan dapat dipergunakan untuk mengetahui rasio yang efisiesn antara aliran biogas dan aliran air yang di spraykan.