2017 : SENYAWA ANTIBAKTERI DAN INSEKTISIDA DARI MINYAK ATSIRI KULIT BUAH Citrus grandis, Citrus aurantium (L.) \nDAN Citrus aurantifolia (Rutaceae)\n

Dr. Dra. Yulfi Zetra M.Sc
Zjahra Vianita Nugraheni S.Si, M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman genus Citrus memiliki potensi sebagai insektisida alami yang dapat digunakan sebagai pengontrol nyamuk. Insektisida yang dihasilkan dari suatu tanaman dapat mematikan larva nyamuk, nyamuk dewasa, atau perlindungan terhadap gigitan nyamuk. Beberapa spesies nyamuk yang termasuk dalam genus Anopheles, Culex, dan Aedes merupakan vektor penyebab beberapa penyakit seperti malaria, filariasis, Japanese encephalitis (JE) dan demam berdarah. Senyawa kimia yang dihasilkan dari tanaman yang berpotensi sebagai insektisida memegang peranan penting dalam menghentikan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Secara tradisional, tanaman genus Citrus banyak digunakan sebagai obat disentri, gangguan pencernaan, asma, tumor, diabetes, dan gigitan ular (Nath dkk., 2006). Citrus grandis, Citrus aurantium (L.) dan Citrus aurantifolia merupakan tiga spesies tanaman yang termasuk dalam genus Citrus yang akan dijadikan sampel pada penelitian ini. Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman Citrus grandis, Citrus aurantium dan Citrus aurantifolia diduga memiliki komponen kimia penyusun minyak atsiri yang berbeda. Hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan kekerabatan dapat mempengaruhi komponen penyusun minyak atsiri. Ketiga spesies Citrus yang digunakan pada penelitian ini berasal dari lokasi tempat tumbuh yang sama yaitu Kabupaten Bangli, Propinsi Bali. Minyak atsiri yang dihasilkan ketiga spesies tanaman tersebut diduga memiliki bioaktivitas sebagai senyawa antibakteri dan insektisida alami dengan potensi yang berbeda sehingga perlu dilakukan analisis pada penelitian ini.