2017 : Studi Monitoring Kondisi Terowongan dengan Metoda Resistivitas

Firman Syaifuddin S.Si., M.T.

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Kondisi iklim Indonesia yang memiliki tingkat kelembaban tinggi dapat mengakibatkan perubahan sifat fisik batuan atau tanah yang berada dilingkungan sebuah terowongan di Indonesia. Kelembaban secara umum berkaitan langsung dengan tingkat atau kadar air pada batuan atau tanah. Kadar air atau saturasi air yang tinggi pada batuan atau tanah dapat mengakibatkan penambahan beban yang harus ditopang sebuah terowongan. Selain penambahan beban tingkat saturasi air yang tinggi juga dapat mengakibatkan terjadinya pengurangan kekuatan pada dinding beton penyangga sebuah terowongan akibat adanya rembesan air yang terjadi sehingga air mengalami kontak langsung dengan beton penyangga. \n\nSalah satu metoda geofisika yang biasa digunakan dalam penyelidikan air adalah metoda resistivitas, metoda ini memanfaatkan sifat kelistrikan suatu material untuk mengetahui karakteristik dari suatu material. Pada pemanfaatan metoda resistivitas untuk mengetahui kadar air atau kelembaban batuan, keberadaan air pada batuan mempengaruhi besaran parameter resistivitas suatu batuan, sehingga metoda resistivitas ini dapat dengan baik digunakan dalam identifikasi keberadaan air atau mengetahui tingkat kelembaban pada batuan. Biasanya pemanfaatan metoda resistivitas digunakan pada fasa studi geologi dan geofisika sebelum dibangun terowongan.\n\n Sistem monitoring yang banyak dilakukan pada sebuah terowongan biasanya hanya memantau terjadinya perubahan posisi atau displacement yang terjadi pada dinding terowongan. Pada kasus di Indonesia dimana tingkat kelembaban yang tinggi dan curah hujan yang tinggi pula perlu kiranya dilakukan sistem monitoring tingkat kelembaban atau kadar air batuan atau tanah penutup terowongan sehingga dapat memberikan informasi kondisi batuan atau tanah penutup terowongan secara berkala.