2016 : PELUANG ADAPTASI VERTIKAL RUSUNAWA DI SURABAYA

Prof.Ir. Happy Ratna Sumartinah M.Sc, Ph.D
Ir. Rika Kisnarini

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

RINGKASAN \n \nHunian yang merupakan kebutuhan dasar manusia harus bisa menjadi obyek teknologi yang\nberfungsi sebagai tempat bagi individu atau keluarga bersama anggotanya untuk melakukan seluruh\naktivitas kesehariannya dalam rangka memenuhi kebutuhan kehidupannya. Kebutuhan keluarga\nakan ruang yang sesungguhnya sering lebih besar daripada apa yang tersedia pada eksistingnya.\nSementara itu dengan bertambahnya waktu ke waktu kebutuhan keluarga juga berkembang baik\ndari sisi jumlah ruang maupun luasan ruang. Rusunawa merupakan hunian bagi keluarga kurang\nmampu. Jenis ruang yang ada pada rusunawa pada umumnya meliputi: ruang multi-fungsi, dapur,\nKM/WC, dan kadang dilengkapi adanya balkon. Ruang yang untuk ditinggali hanya ada satu yakni\nruang multi-fungsi yang sering berfungsi menjadi: ruang tamu, tidur, belajar, nonton TV, makan,\nsimpan, momong anak, dan mungkin masih ada lagi. Belum lagi bila keluarga mempunyai usaha\nrumahan. Bagaimanapun juga, sistem ruang terbuka (open plan) pada ruang multi-fungsi ini masih\nlebih baik bila dibandingkan dengan sistem fixed plan utamanya untuk hunian bagi keluarga kurang\nmampu karena pembagian ruang bisa fleksibel sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan\ndemikian, peluang perkembangan ruang bila kebutuhan ruang bertambah pada dasarnya terjadi\npada ruang multi-fungsi ini. Perkembangan secara horizontal, kearah depan biasanya dilakukan\nkeluarga dengan cara mengokupasi koridor, sedangkan kearah belakang bisa dilakukan dengan cara\nmengubah fungsi balkon menjadi ruang dalam. Perkembangan kesamping kiri dan kanan tidak\nmungkin karena merupakan milik tetangga. Sedangkan aksi mengokupasi koridor sebetulnya adalah\nillegal. Jadi pemenuhan tambahan kebutuhan ruang yang paling tepat adalah secara vertikal yaitu\ndengan memasang mezzanine (loteng) di ruang multi-fungsi. Penelitian ini bermaksud mengamati\nseberapa besar luasan ruang yang sesungguhnya dibutuhkan oleh keluarga, serta apa yang dilakukan\nkeluarga pada unitnya bila mengalami kekurangan ruang. Sebanyak 100 keluarga yang tinggal di unit\nrusunawa yang tersebar di 14 lokasi di Surabaya dijadikan responden. Hasil penelitian ini akan\nberupa saran jenis ruang apa saja yang bisa dibuat oleh pengguna rusunawa dari upaya membangun\nmezzanine akibat dari kondisi (dimensi) eksisting unit yang kurang memadai. \n \nKata Kunci: Adaptasi vertikal, Rusunawa,