2017 : Struktur komunitas juvenil ikan dan ikan kecil pada ekosistem mangrove dengan sistem perakaran berbeda di pesisir Labuhan, Sepulu, Bangkalan – Madura

Dr. Dra. Dian Saptarini M.Sc
Farid Kamal Muzaki S.Si, M.Si

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Habitat mangrove merupakan habitat yang penting bagi ikan sebagai tempat untuk pembiakan (breeding), pemijahan (spawning), area asuhan (nursery ground) serta tempat tinggal, tempat mencari makan (feeding ground), hingga tempat perlindungan (shelter) bagi berbagai spesies ikan. Melalui berbagai peranan habitat mangrove tersebut, dapat menunjang keberhasilan awal dari siklus hidup ikan yang merupakan salah satu faktor penentu tingginya produktivitas perikanan di laut. Salah satu faktor yang menunjang peranan habitat mangrove sebagai area asuhan adalah kompleksitas dari akar mangrove yang memiliki berbagai tipe perakaran yang berbeda-beda yakni akar banir/papan (buttress), akar lutut (knee root), akar nafas (pneumatophore), dan akar tunjang (prop/stilt-root) yang memiliki morfologi serta fungsi yang berbeda-beda; serta adanya kanopi mangrove yang teduh. Akan tetapi, penelitian mengenai pengaruh kompleksitas kanopi dan struktur perakaran mangrove terhadap juvenil ikan dan ikan kecil relatif sedikit dilaksanakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga November 2017 dengan pengambilan data yang dilakukan satu kali setiap bulannya. Pengambilan data dilakukan pada empat stasiun sampling yang terletak di pesisir Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura – Jawa Timur. Stasiun sampling meliputi area mangrove Sonneratia (S), mangrove Rhizophora (R), mangrove campuran (C), serta perairan tanpa mangrove (T), dengan menggunakan centipede net termodifikasi dan scoop net. Luaran penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai struktur komunitas juvenil ikan dan ikan kecil pada ekosistem mangrove di Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura – Jawa Timur serta menjadi bahan kajian dalam upaya pengelolaan pesisir oleh para pengambil kebijakan.