2019 : Pengaruh Suhu Pemadatan terhadap Karakteristik Hasil Uji Marshall pada Campuran Perkerasan Jalan Jenis Lapis Tipis Aspal Beton-Lapis Aus (HRS-WC) dengan Penambahan Limbah Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET)

Ir. Djoko Sulistijono
Amalia Firdaus Mawardi ST., MT

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh mahasiswi asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang bernama Annisa Karismatika pada percobaan pencampuran PET (Polyethylene Terephthalate) dengan Lataston Lapis Aus (HRS-Wearing Course) ada kendala pada saat pencampuran aspal dengan PET yang dilakukan pada suhu yang tinggi hampir mendekati 200◦ C. Kenyataannya di lapangan, aspal yang didatangkan dari Asphalt Mixing Plant (AMP) tidak bisa mempertahankan panasnya dikarenakan jarak menuju lokasi yang tidak dekat dan beberapa kendala lainnya. Tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui pengaruh pencampuran pada variasi suhu tertentu guna mengetahui karakteristik hasil uji Marshall. Lapisan aspal yang digunakan pada penelitian ini merupakan campuran Lataston Lapis Aus (HRS-Wearing Course). HRS merupakan salah satu jenis perkerasan yang biasanya digunakan untuk lalu lintas ringan-sedang. Terdapat dua jenis campuran Lataston yaitu untuk lapis aus (HRS-wearing course) dan Lataston untuk lapis pondasi (HRS-base). Perbedaan keduanya adalah gradasi Lataston untuk lapis permukaan lebih halus dibandingkan gradasi lataston untuk lapis pondasi. Kadar aspal yang digunakan yakni 8,2%, sedangkan kadar limbah plastik PET (Polyethylene Terephthalate) sebesar 6% dari berat aspal. Suhu pemadatan yang digunakan yaitu 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, dan 180°C. Komposisi agregat yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data dari penelitian Budipriyanto, (2018) yang mengacu pada Spesifikasi Umum PU Bina Marga Revisi 3. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode basah, dimana PET dicampurkan kedalam aspal panas. Pembuatan dan pengujian benda uji dilakukan 2 tahap, yakni pembuatan benda uji tanpa penambahan PET dan pembuatan benda uji dengan penambahan PET. Pembuatan benda uji berjumlah 5 buah untuk setiap variasi suhu pemadatan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengetahui karakteristik hasil uji Marshall pada suhu pemadatan optimum dengan variasi suhu pemadatan yaitu 100°C, 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, 170°C, dan 180°C.