2017 : ANALISIS STATISTIKA MULTIVARIAT BERBASIS FUZZY \n untuk PENGELOMPOKAN POTENSI EKONOMI \nKABUPATEN/KOTA di PROVINSI JAWA TIMUR \nsebagai DASAR KEBIJAKAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI\n

Dr Suhartono S.Si., M.Sc
Santi Puteri Rahayu S.Si., M.Si., Ph.D
Dedy Dwi Prastyo S.Si., M.Si.

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Analisis kelompok merupakan analisis statistika multivariat untuk menggabungkan obyek-obyek pengamatan dalam suatu kelompok. Salah satu prosedur dalam pengelompokan yaitu berbasis Fuzzy. Dalam penelitian ini metode pengelompokan berbasis Fuzzy, yaitu Fuzzy C-Means (FCM) dan Fuzzy Gustafson Kessel (FGK) akan diterapkan untuk mengelompokan potensi ekonomi kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur berdasarkan sektor Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dalam rangka sebagai informasi untuk menentukan kebijakan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hasil pengelompokan berbasis Fuzzy tersebut akan dibandingkan juga dengan hasil metode konvensional, yaitu metode C-Means (CM) atau dikenal juga sebagai K-Means. FGK merupakan metode pengembangan dari FCM. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan pada penelitian sebelumnya, metode berbasis Fuzzy FCM lebih unggul daripada metode konvesional pada data outlier. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai daerah-daerah potensial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk didalamnya daerah-daerah yang mempunyai potensi pertumbuhan ekonomi outlier. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2009-2012 terus mengalami peningkatan, namun tahun 2013 hingga tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mengalami perlambatan dimana tahun 2013 pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Timur sebesar 6.08%, tahun 2014 sebesar 5.86%, dan tahun 2015 sebesar 5.44%. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi kembali, diperlukan optimalisasi potensi setiap daerah di provinsi Jawa Timur khususnya pada sektor-sektor lapangan usaha. Oleh karena itu pada penelitian ini akan dilakukan pengelompokan potensi ekonomi kabupaten/kota provinsi Jawa Timur berdasarkan PDRB menurut lapangan usaha menggunakan metode pengelompokan terbaik diantara metode berbasis Fuzzy dan metode konvensional untuk mengetahui karakteristik potensi daerah di Jawa Timur yang mempunyai karakteristik data outlier. Pengelompokan dalam penelitian ini akan dilakukan untuk 6 sektor PDRB dengan pertumbuhan tertinggi dan kontribusi terbesar tahun 2015 sehingga diketahui secara lebih detail karakteristik kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur berdasarkan keenam sektor tersebut. Variabel penelitian yang digunakan sebanyak 31 sub sektor dari 6 sektor PDRB dengan unit observasi adalah 38 kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Hasil pengelompokan diharapkan dapat sebagai salah satu dasar utama penentuan kebijakan peningkatan pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Timur, yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.\n\nKata Kunci: C-Means, Fuzzy C-Means, Fuzzy Gustafson Kessel, Jawa Timur, PDRB.\n