2017 : RUMUSAN RENCANA KONTINJENSI BENCANA KEBAKARAN DI GEDUNG PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA\n

Putu Gde Ariastita ST. MT.
Dian Rahmawati S.T, M.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Lingkungan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan kawasan yang perlu mewaspadai ancaman kebakaran. Peristiwa kebakaran telah beberapa kali terjadi di lingkungan tersebut selama 10 tahun terakhir. Kebakaran tersebut antara lain berlokasi di Gedung Badan Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan atau Plasa Dr. Angka, lahan kosong di antara gedung Perencanaan Wilayah Kota dan gedung Geomatika pada tahun 2002, area kosong di depan Fakultas Teknologi Kelautan ITS terjadi pada bulan Agustus 2012, dan area Gedung Robotika dan Gedung National Ship Design and Engineering Center pada bulan Agustus 2015. Insiden kebakaran kecil pada Laboratorium Komputasi di lantai 3 Gedung A Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS Surabaya pada pertengahan tahun 2015 dipicu oleh korsleting pada bagian kabel yang telah berkarat. Penggunaan listrik dalam aktivitas kemahasiswaan yang tinggi di lingkungan kampus ITS, khususnya di Gedung PWK, berpotensi menjadi salah satu pemicu yang meningkatkan ancaman terjadinya kebakaran gedung. Selain itu, karakteristik bangunan gedung PWK ini adalah bangunan vertikal atau bertingkat serta belum dilengkapi sistem proteksi kebakaran yang memadai maupun jalur evakuasi yang dapat digunakan oleh pengguna gedung jika terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rencana kontinjensi bencana kebakaran di Gedung PWK ITS.\nBeberapa teori akan digunakan dalam pengkajian permasalahan penelitian ini, termasuk diantaranya adalah teori yang berkaitan dengan bencana kebakaran, potensi bahaya kebakaran, keadaan darurat (emergency), manajemen penanggulangan kebakaran dan teori tentang kontinjensi bencana kebakaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Focus Group Discussion, scoring dan overlay. \nKetercapaian sementara penelitian ini adalah pemetaan bahaya, pemetaan kerentanan, dan pemetaan risiko kebakaran gedung PWK ITS. Ancaman kebakaran gedung PWK ITS termasuk dalam klasifikasi tinggi dan klasifikasi rendah disebabkan oleh keberadaan benda atau barang yang potensial menimbulkan api dan berhimpitan dengan benda yang menjalarkan api. Penilaian kerentanan mengindikasikan gedung PWK termasuk dalam kerentanan tinggi dan kerentanan rendah yang dominan disebabkan oleh perilaku penghuni kampus. Risiko kebakaran gedung PWK ITS diklasifikasikan menjadi risiko kebakaran tinggi, risiko kebakaran sedang, dan risiko kebakaran rendah. Tingginya risiko kebakaran disebabkan karena rawan ledakan gas LPG dan power source dengan penggunaan yang tidak tepat atau melebihi daya. Kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan adalah menganalisis penentuan titik kumpul (assembly point) dan penandaan jalur evakuasi untuk kemudian merumuskan rencana kontinjensi bencana kebakaran gedung PWK ITS.\n\nKata Kunci : kebakaran, risiko, gedung PWK ITS\n