2017 : PENGUKURAN KESIAPAN MENUJU SMART MANUFACTURING SYSTEM PADA INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL LAUT DI INDONESIA.

Nani Kurniati ST.
Dewanti Anggrahini ST, MT

Year

2017

Published in

-

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Klaster pengolahan hasil laut dan kemaritiman di Indonesia merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan industri-industri pengolah hasil laut yang ada, yang mayoritas berada dalam skala industri kecil dan menengah. Salah satu upaya pengembangan tersebut adalah mengadopsi sistem dan teknologi industri yang terus berkembang. Seperti diketahui, industri manufaktur mengalami transformasi dengan adanya kolaborasi dari sistem fisik dan cyber yang saling terhubung melalui Internet of Things (IoT). Smart Manufacturing System atau yang dikenal dengan Smart Factory pada Industry 4.0 mentransformasikan proses manufaktur yang terintegrasi dengan kecepatan perubahan tinggi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Implementasi sistem ini membawa dampak positif, seperti membuat sistem produksi menjadi lebih efisien dan fleksibel, mengurangi waktu pemasaran, sehingga secara umum dapat membantu pelaku manufaktur meningkatkan daya saing di pasar global. Untuk dapat menerapkan sistem ini, perlu diketahui kesiapan dari seluruh level di perusahaan, kapabilitas teknologi dan strategi yang memadai. Di sisi lain, penelitian tentang persiapan implementasi smart factory belum banyak dikembangkan. Penelitian ini diajukan sebagai studi empiris untuk mengukur kesiapan industri pengolahan hasil laut di Indonesia dalam upaya menuju industry 4.0. Tahapan yang akan dilalui adalah mengidentifikasi kriteria kesiapan, pengembangan alat ukur kesiapan, melakukan pengukuran, dan memetakan level kesiapan industri menjadi smart factory. Hasil yang akan diperoleh adalah peta kesiapan industri pengolahan hasil laut di Indonesia, yang diharapkan dapat mengisi gap penelitian di bidang smart manufacturing system.