2019 : Pemanfaatan Lumpur Lapindo sebagai Sumber Mikroba, Molasses dan Stillage sebagai Sumber Karbon dengan Teknologi Microbial Fuel Cells (MFCs) untuk Menghasilkan Listrik dan Analisa Komunitas Bakteri

Dr. Ir. Sri Rachmania Juliastuti M.Eng
Dr.Eng. Raden Darmawan S.T., M.T.
Dewi Puspita Sari S.T

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

Saat ini, kebutuhan dan ketergantungan manusia akan energi listrik sangat tinggi. Namun di lain sisi, bahan bakar fosil sebagai sumber energi yang tidak dapat diperbarui mulai terbatas. Banyaknya pemakaian bahan bakar fosil yang terus dilakukan hingga kini, juga mengakibatkan terjadinya permasalahan lingkungan seperti pemanasan global, polusi udara, penipisan lapisan ozon, kerusakan hutan dan emisi dari unsur radioaktif. Alternatif sumber energi untuk menggantikan energi berbahan fosil sangat diharapkan, apalagi cadangan energi fosil setiap harinya semakin berkurang. Selain itu, pemanfaatan lumpur lapindo yang bernilai ekonomis bisa dipertimbangkan sebagai alternatif sumber energi (biolistrik), karena keberadaannya yang sangat melimpah dan dianggap sebagai sebuah bencana besar. Pemanfaatan lumpur lapindo dengan menggunakan teknologi MFCs merupakan terobosan yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan energi yang semakin hari semakin bertambah. Di sisi lain, keberadaan industri gula dan turunannya menyisakan side product, molasses dan stillage masih kaya akan sumber organik baik makro maupun mikro dimana molasses mempunyai BOD5 sebesar 30.000-96.000 mg/L dan stillage mengandung BOD5 sebesar 1.701,99 mg/L. Pada penelitian yang akan dilakukan ini dengan memanfaatkan teknologi Microbial fuel cells (MFCs) untuk menghasilkan listrik sekaligus untuk mendegradasi molasses dan stillage dengan memanfaatkan metabolisme mikroba/ bakteri secara alami. Selain itu, indigeneous microorganisms yang berada dalam lumpur lapindo dimanfaatkan sebagai culture source karena berdasarkan penelitian sebelumnya dimungkinkan mengandung bakteri electricigen. Bakteri electricigen tersebut saat ini juga belum diketahui dengan jelas apa saja sehingga diperlukan juga dilakukan analisa komunitas bakteri di lumpur lapindo. Microbial community analysis (analisa komunitas mikroba) memerlukan beberapa tahapan utama yang terdiri dari isolasi Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), sekuensing DNA dan analisa menggunakan software bioinformatika. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan guna menjawab peluang material lumpur lapindo sebagai sumber alternatif energi yang terbarukan dan bersifat sustain yang memanfaatkan metabolisme mikroba dengan menggunakan MFCs guna menghasilkan energi listrik.