2018 : ANALISIS STATISTIKA MULTIVARIAT BERBASIS METODE ENSEMBLE DATA CAMPURAN untuk PEMETAAN KABUPATEN/KOTA TERTINGGAL di PROVINSI JAWA TIMUR sebagai DASAR KEBIJAKAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN

Dr. Santi Wulan Purnami S.Si., M.Si
Santi Puteri Rahayu S.Si., M.Si., Ph.D

External link

Type

RESEARCH

Keywords

-


Abstract

RINGKASAN Pengelompokan objek-objek yang memiliki kesamaan karakteristik dapat dilakukan menggunakan metode multivariat analisis kelompok. Suatu kelompok terbentuk dikatakan baik apabila terdapat homogenitas tinggi antar objek pada kelompok yang sama dan heterogenitas tinggi antar objek beda kelompok. C-Means adalah salah satu metode pengelompokan yang sering digunakan, tetapi metode ini hanya dapat digunakan dalam analisis data numerik, selain metode hirarki Ward. C-Means mengelompokkan satu objek tepat pada satu kelompok, padahal bisa saja objek tersebut terletak diantara dua atau lebih partisi yang lain. Fuzzy C-Means (FCM) merupakan pengembangan dari C-Means yang meminimalkan kegagalan konvergen metode C-Means pada data berskala numerik yang memiliki keragaman rendah. Agar dapat dilakukan pengelompokan untuk data berskala kategorik, dilakukan pengembangan dari C-Means menjadi K-Modes. Sebagian besar metode pengelompokan hanya berfokus pada data skala numerik saja, padahal sering kali data yang dimiliki berupa skala campuran (numerik dan kategorik). Ensemble cluster merupakan metode pengelompokan yang menggabungkan hasil pengelompokan beberapa algoritma agar diperoleh hasil akhir pengelompokan yang lebih baik, salah satunya yaitu Ensemble K-Modes dan Ensemble Rock. Selain metode tersebut, Similarity Weight and Filter Method (SWFM) juga digunakan untuk pengelompokan data campuran dengan melakukan pembobotan pada ukuran kemiripannya. Pada metode ensemble cluster tersebut digunakan penggabungan hasil dari pengelompokan numerik FCM dan Ward, pengelompokan kategorik k-modes dan Rock untuk memperoleh hasil kelompok akhir. Salah satu kasus yang memiliki data berskala campuran yaitu indikator ketertinggalan daerah. Daerah tertinggal didasarkan pada kriteria perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki kabupaten/kota berstatus daerah tertinggal karena memiliki nilai IPM di bawah Indonesia. Maka akan dilakukan pengelompokan kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mengetahui kabupaten/kota yang termasuk dalam daerah tertinggal beserta karakteristiknya, agar kelompok daerah tertinggal tersebut dapat menjadi perhatian utama pemerintah Jawa Timur. Kata Kunci: Daerah tertinggal, Ensemble K-Modes, Ensemble Rock, Fuzzy C-Means, K-Modes, Rock, Skala Campuran, SWFM